Mengenal Peran Sea Salt dalam Pengawetan (Fermentasi) Makanan

Mengenal Peran Sea Salt dalam Pengawetan (Fermentasi) Makanan

Garam merupakan bahan makanan yang harus selalu ada di dapur, namun fungsi garam tidak hanya sebagai penambah cita rasa dan menyedapkan makanan tetapi juga berperan penting dalam pengawetan atau disebut juga dengan fermentasi. Salah satu contoh penggunaannya adalah ikan asin, seperti yang kita tahu ikan asin diawetkan dengan garam laut (sea salt). Tidak hanya itu sayuran pun bisa diawetkan dengan garam laut. Lalu, apa saja peran sea salt dalam fermentasi dan pengawetan? Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini! 

Apa itu Fermentasi? 

Sebelum membahas lebih lanjut, ketahui dulu yuk apa itu proses fermentasi atau pengawetan. Fermentasi adalah salah satu metode tertua dalam pengolahan dan pengawetan makanan. Proses ini melibatkan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan jamur yang mengubah komponen-komponen dalam makanan, menghasilkan produk yang berbeda dalam rasa, tekstur, dan umur penyimpanan. Salah satu komponen penting dalam fermentasi adalah garam.

Alasan Garam jadi Fermentasi Makanan

Alasan garam memiliki peran penting dalam fermentasi dan pengawetan tidak lepas dari kandungan yang dimilikinya. Sebagai bahan yang mudah ditemukan di rumah, garam memiliki kandungan natrium klorida yang berguna untuk menurunkan kadar air pada makanan. Oleh karena itu, kandungan tersebut bisa mematikan sel mikroba yang menjadi penyebab makanan berjamur dan basi. Garam juga biasa digunakan untuk mengawetkan sayur, telur asin, ikan asin, acar dan lain sebagainya.

Cara Kerja Garam dalam Fermentasi Makanan

Setelah mengetahui alasan garam berperan dalam fermentasi atau pengawetan, mungkin Anda akan penasaran bagaimana cara kerja garam bagaimana cara kerjanya. 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya garam mengandung natrium klorida yang dapat membunuh mikroba penyebab jamur. Setidaknya ada 2 tahap cara kerja garam dalam proses pengawetan makanan, berikut ulasannya: 

1. Garam Mengeluarkan Air pada Makanan

cara kerja garam dimulai dengan mengeluarkan air yang dimiliki oleh makanan. Seperti yang sudah kita ketahui, semua makhluk hidup membutuhkan air untuk hidup dan berkembang, hal ini juga berlaku pada bakteri atau mikroba yang menyebabkan jamur dan racun pada makanan. 

Dengan garam mengeluarkan air dari makanan, maka akan membuat bakteri maupun mikroba kekurangan kandungan air hingga menyebabkan dehidrasi. Setelah kandungan air sudah berkurang, maka bakteri juga tidak dapat berkembang pada makanan, tidak menyebabkan jamur, dan pada akhirnya makanan akan jadi tahan lama atau awet. 

BACA JUGA: APA FUNGSI GARAM PADA PEMBUATAN ES KRIM? INI JAWABANNYA

2. Garam Membunuh Mikroba dan Bakteri

Proses berikutnya garam yang pekat akan menjadi racun bagi mikroba. Penyebab hal tersebut karena efek osmolaritas atau disebut juga dengan tekanan air. 

Sedangkan, dalam larutan garam yang sangat tinggi, mikroba kemudian akan pecah begitu juga dengan tekanannya, akan terpecah antara bagian luar dan dalam organisme. 

Setelah itu pada proses internal, garam akan mempengaruhi DNA dan enzim yang dikandung mikroba untuk memperlambat perkembangannya. Karenanya, makanan bisa lebih awet karena garam memperlambat perkembangan mikroba atau bakteri pada makanan. 

3. Mengatur Kelembaban 

Garam menarik air dari sel-sel bahan makanan melalui osmosis. Ini tidak hanya membantu dalam menciptakan lingkungan yang mendukung fermentasi tetapi juga membantu dalam menjaga tekstur bahan makanan. Misalnya, dalam pembuatan sauerkraut, garam membantu mengekstrak cairan dari kubis, yang kemudian menjadi brine di mana fermentasi berlangsung.

4. Pengembangan dan Tekstur

Garam tidak hanya berfungsi dalam pengendalian mikroba tetapi juga berperan penting dalam pengembangan rasa dan tekstur makanan fermentasi. Garam membantu memecah komponen-komponen dalam makanan seperti pektin, yang melunakkan tekstur. Selain itu, garam berkontribusi pada rasa akhir dari produk hasil fermentasi dengan memberikan keseimbangan antara rasa asam dan asin yang khas.

Itu lah ulasan peran garam dalam proses fermentasi atau pengawetan makanan. Garam juga berperan penting untuk memastikan fermentasi berlangsung dengan baik. 

Bagi Anda yang sedang mencari garam untuk melakukan proses fermentasi pada makanan, pastikan untuk memilih garam yang berkualitas tinggi. PURA Sea Salt bisa jadi pilihan yang tepat untuk kebutuhan Anda. Diproses 100% secara alami tanpa bahan tambahan. Temukan keunggulan PURA Sea Salt dan informasi lebih lanjut untuk pembelian cek disini!