Kombinasi Garam Laut dan Makanan Jadi Semakin Enak!

Garam laut mengandung sodium yang secara alami diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya. Mulai dari mengatur keseimbangan cairan tubuh hingga menciptakan impuls saraf. Karena dianggap sebagai kebutuhan, otak memiliki mekanisme alami yang mampu mengatur jumlah konsumsi garam sesuai kebutuhan tubuh.

Saat digunakan secukupnya, Anda bisa merasakan nikmatnya rasa makanan. Sebaliknya, saat digunakan berlebihan lidah akan menolaknya sehingga Anda merasa keasinan. Hal ini mengindikasikan bahwa otak bisa mencegah kita mengkonsumsinya secara berlebihan.

Konsumsi Garam Laut per Harinya

Selain ditolak oleh lidah, mengkonsumsi garam secara berlebihan juga berbahaya bagi kesehatan. Lagipula ada yang unik dari garam dibandingkan mineral lainnya.

Contohnya kalsium. Saat Anda mengkonsumsi kalsium terlalu banyak daripada yang dibutuhkan, tubuh akan menyimpan lebihannya di dalam tulang. Namun, tidak dengan garam. Garam tidak bisa ditimbun di dalam tubuh.

Maka dari itu, untuk merasakan manfaat garam untuk kesehatan, butuh takaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Mengutip anjuran Kemenkes, konsumsi garam tidak boleh lebih dari 2000 mg per hari. Ini setara dengan 1 sendok teh garam per orang per hari.

Alasan Garam Laut Ditambahkan untuk Makanan

Tanpa garam, makanan bakal terasa hambar dan kurang nikmat. Maka dari itu, selain karena alasan kesehatan, ada alasan lain kenapa garam laut butuh ditambahkan ke dalam makanan. Berikut informasinya.

1. Garam Secara Alami Dibutuhkan oleh Tubuh

Ion-ion sodium yang terkandung di dalam garam memiliki banyak tugas. Salah satunya untuk mengatur komunikasi antar sel dan tekanan darah.

Namun karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, maka kamu perlu memenuhi asupannya dari luar, yakni dengan mengonsumsi makanan yang mengandung sodium. Salah satunya bisa didapatkan dari garam laut.

2. Garam Mampu Meningkatkan Sensorik Rasa

Menurut para pakar dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, menambahkan sedikit garam dalam makanan mampu meningkatkan selera makan  dan mengurangi rasa yang kurang enak di lidah kita.

Dari sudut pandang praktisi kuliner, garam mampu meningkatkan viskositas, memunculkan rasa manis, menutupi aroma logam, dan meningkatkan intensitas rasa. Itulah alasan kenapa garam tidak sekedar memberikan rasa asin, tapi mampu meningkatkan sensorik rasa dan atribut positif dari makanan yang bisa kita rasakan saat mengkonsumsinya.

BACA JUGA: 10 MANFAAT GARAM LAUT UNTUK KECANTIKAN 

3. Garam Meningkatkan Rasa Manis dan Mengurangi Rasa Pahit

Garam bekerja dengan berbagai cara untuk meningkatkan cita rasa makanan. Selain memberikan rasa umami, garam mampu meningkatkan rasa manis sekaligus mengurangi rasa pahit kalau digunakan dalam takaran yang tepat.

Jadi, menambahkan garam ke dalam karamel atau menggunakannya untuk mengurangi rasa pahit dalam pare bukan tanpa alasan tapi memang itulah keajaiban garam.

Ion natrium di dalam garam mampu membasahi senyawa rasa pahit dan menekannya sehingga membuat rasa manisnya terasa lebih kuat. Dengan alasan yang sama, garam bisa membuat makanan mulanya terasa pahit menjadi lebih enak.

4. Mempengaruhi Aroma Makanan

Satu lagi rahasia garam laut yang mungkin belum pernah Anda dengar. Garam bisa melepaskan molekul tertentu dalam makanan sehingga memunculkan rasa dan membuat makanan beraroma lebih sedap.

Penjelasan ilmiahnya karena saat ditambahkan dalam masakan, ion dalam garam akan menarik kandungan air di dalam makanan dan ini mempengaruhi molekul volatile compound untuk naik ke udara sehingga menciptakan aroma yang menggiurkan.

Meskipun tidak bisa dirasakan lidah, aroma ini bisa mempengaruhi penerimaan rasa kita terhadap makanan. Makanya, hanya dengan mencium bau makanan Anda bisa mendadak lapar dan ingin makan bukan?

5. Memperbaiki Warna dan Tekstur Makanan

Fungsi lain garam laut adalah untuk mempertahankan kecerahan warna makanan sekaligus mencegah berubahnya warna.

Selain itu, garam juga mampu membuat tekstur makanan jadi lebih lembut dan ringan. Itu karena garam dapat mengubah struktur protein dan interaksinya dengan berbagai komponen lain, seperti seperti air dan lemak, ataupun sehingga  berdampak pada tekstur makanan.

Contohnya, penambahan garam pada proses pembuatan keju bisa membuat tekstur keju jadi lebih padat dan bervolume. Sementara, menambahkan garam pada daging, bisa membuatnya lebih juicy dan tidak terlalu kering. Gimana ajaib banget kan si garam ini?

Keajaiban-keajaiban ini tentu bisa Anda temukan dalam PURA Sea Salt yang selalu hadir membawa kebaikan alam dalam setiap kristalnya. Hanya menyuguhkan kualitas terbaik, PURA memprosesnya 100% secara alami tanpa proses rafinasi dan menghasilkan garam yang lebih rendah natrium tapi kaya mineral. Tersedia dalam dua variasi tekstur PURA Purest Sea Salt Coarse dan PURA Purest Sea Salt Fine yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.