Menu real food tidak harus hambar. Berikut urutan dasarnya:
Kuncinya bukan menggunakan sebanyak mungkin bumbu alami untuk real food, melainkan mengetahui fungsi setiap bahan dan kapan menggunakannya.
Memasak real food bukan berarti harus mengurangi rasa sampai makanan terasa hambar. Justru, bahan pangan utuh dapat menghasilkan rasa yang kaya ketika karakter bahan, bumbu aromatik, teknik memasak, garam, dan sentuhan akhir digunakan sesuai fungsinya.
Dengan memahami lapisan tersebut, menu keluarga dapat tetap sederhana tanpa kehilangan aroma dan cita rasa. Artikel berikut akan menjelaskan bagaimana cara membangun rasa masakan secara bertahap agar bahan utama tetap menjadi pusat hidangan.
Rasa masakan tidak hanya berasal dari bumbu. Jamur, tomat, ikan, daging, telur, santan, dan berbagai sayuran sudah membawa rasa, aroma, serta tekstur yang dapat dijadikan titik awal.
Karena itu, kenali karakter bahan sebelum menentukan bumbu pendampingnya.
|
Bahan |
Karakter yang Dapat Dibangun |
Contoh Penggunaan |
|
Jamur |
Gurih dan beraroma |
Tumisan, sup, nasi |
|
Tomat |
Segar, gurih-asam |
Sup, saus, tumisan |
|
Ikan |
Gurih dengan aroma khas |
Panggang, kukus, kuah |
|
Santan |
Gurih dan memberi tekstur kaya |
Sup, sayur berkuah |
|
Telur |
Ringan dan mudah menyerap bumbu |
Dadar, tumisan, sup |
Bahan dengan rasa ringan dapat membutuhkan lebih banyak dukungan aroma, sedangkan bahan yang sudah memiliki karakter kuat justru sebaiknya tidak ditutupi terlalu banyak bumbu.
Bawang dan rempah menjadi lapisan aroma yang membantu bahan utama terasa lebih menarik tanpa harus membuat masakan terlalu kuat. Pilih kombinasi berdasarkan jenis hidangan, bukan karena semakin banyak rempah dianggap semakin baik.
Bawang merah dan bawang putih dapat digunakan sebagai dasar berbagai tumisan dan masakan berkuah. Jahe cocok memberikan aroma hangat, kunyit memberi karakter khas, sedangkan serai, daun salam, ketumbar, dan rempah lainnya dapat dipilih sesuai arah masakan.
Cara mengolahnya pun berpengaruh. Bawang dapat ditumis terlebih dahulu hingga aromanya keluar, sementara serai dapat dimemarkan dan rempah kering tertentu dapat dihaluskan atau dipanaskan sesuai kebutuhan resep.

Teknik memasak dapat membuat bahan yang sama menghasilkan rasa dan aroma berbeda tanpa harus menambah banyak bumbu. Karena itu, cara memasak menjadi salah satu bagian penting ketika mencari tahu cara memasak real food agar tidak hambar.
Beberapa penerapannya antara lain:
Teknik tetap perlu disesuaikan dengan hasil yang diinginkan. Memasak lebih lama tidak selalu berarti rasa akan lebih baik karena beberapa bahan justru dapat kehilangan tekstur atau aroma segarnya.
Garam berfungsi membantu mempertegas karakter rasa yang sudah terdapat pada bahan dan lapisan bumbu sebelumnya, sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit sambil mencicipi, bukan langsung dalam jumlah besar.
Perhatikan pula bahan lain yang telah digunakan. Jika masakan sudah mengandung kaldu, kecap, bahan marinasi, atau komponen lain yang menyumbang rasa asin, koreksi garam sebaiknya dilakukan setelah rasa keseluruhan mulai terbentuk.
Waktu pemberian garam juga dapat disesuaikan dengan jenis masakan dan hasil yang diinginkan. Pembahasan lebih spesifik dapat dibaca melalui artikel berjudul waktu menambahkan garam dalam masakan.
Sedikit rasa asam atau bahan segar dapat membantu menyegarkan hidangan yang terasa terlalu berat atau datar. Pilihannya dapat berupa jeruk nipis, lemon, tomat, asam jawa, atau cuka sesuai karakter masakan.
Tidak perlu menambahkan banyak hingga hidangan berubah menjadi asam. Gunakan secukupnya sebagai koreksi akhir setelah rasa gurih dan asin sudah terbentuk.
Bahan segar seperti daun bawang, seledri, kemangi, atau bawang goreng juga dapat ditambahkan menjelang penyajian. Selain memberikan aroma akhir, beberapa bahan tersebut membantu menghadirkan kontras tekstur sehingga hidangan terasa lebih lengkap.

Setiap masakan membutuhkan susunan rasa yang berbeda sehingga tidak ada satu kombinasi bumbu yang harus digunakan untuk semua menu. Gunakan karakter bahan dan tujuan hidangan sebagai panduan.
|
Jenis Masakan |
Bahan Utama |
Bumbu Aromatik |
Teknik |
Fungsi Garam |
Sentuhan Akhir |
|
Sup ayam |
Ayam, wortel, kentang |
Bawang, daun bawang |
Tumis bumbu lalu rebus |
Mempertegas kuah |
Seledri atau jeruk |
|
Tumis sayur |
Sayuran segar |
Bawang putih |
Tumis cepat |
Memperjelas rasa sayur |
Daun bawang |
|
Ikan panggang |
Ikan |
Bawang, jahe, rempah |
Panggang |
Mempertegas ikan |
Jeruk nipis |
|
Tahu/tempe berbumbu |
Tahu atau tempe |
Bawang, ketumbar |
Tumis/panggang |
Menyatukan rasa |
Cabai atau bahan segar |
Jika baru mulai menerapkan pola makan berbasis bahan pangan utuh, pembaca juga dapat memahami prinsip memasak real food di rumah sebagai panduan dasarnya. Artikel PURA tersebut juga membahas penggunaan bawang, rempah, dan garam sebagai bagian dari masakan real food.
Real food sering terasa hambar bukan karena bahan alaminya tidak memiliki rasa, tetapi karena proses membangun rasa belum dilakukan dengan tepat. Beberapa kesalahan berikut dapat diperhatikan:
Cara sederhananya adalah mencicipi setelah satu lapisan rasa terbentuk. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah masakan membutuhkan tambahan aroma, garam, rasa asam, atau justru sudah cukup.
Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu saat mulai menerapkan bumbu alami pada masakan keluarga.
Tidak. Garam dapat digunakan sesuai kebutuhan untuk mempertegas rasa bahan. Yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya serta sumber rasa asin lain yang sudah terdapat dalam masakan.
Bawang, jamur, tomat, rempah, garam, serta bahan lain dapat membantu membangun rasa sesuai karakter hidangan. Pilih bahan berdasarkan fungsi, bukan menggunakan semuanya sekaligus.
Bangun aroma menggunakan bahan seperti bawang, gunakan garam secukupnya, dan tambahkan sentuhan akhir yang sesuai. Anda juga dapat mengubah teknik memasak, misalnya menumis atau memanggang sayuran untuk menghasilkan karakter berbeda.
Bisa, tergantung prinsip makan yang diterapkan dan komposisi produk yang dipilih. Periksa daftar bahan, lalu gunakan kaldu sesuai fungsi dan kebutuhan rasa masakan.
Membuat real food terasa lezat tidak harus bergantung pada satu jenis bumbu. Mulailah dari rasa alami bahan utama, bangun aroma menggunakan bawang dan rempah, pilih teknik memasak yang sesuai, kemudian tambahkan garam sedikit demi sedikit.
Terakhir, gunakan sentuhan asam atau bahan segar jika hidangan masih membutuhkan keseimbangan. Dengan membangun rasa secara berlapis, menu keluarga dapat tetap sederhana dan beraroma tanpa menutupi karakter bahan utamanya.
Untuk membantu mempertegas rasa bahan dalam menu real food, gunakan garam secara bertahap sesuai karakter hidangan. PURA menyediakan pilihan PURA Sea Salt dan PURA Himalayan Salt dengan Garlic dan Pepper untuk berbagai kebutuhan memasak keluarga. Kenali pilihan garam natural PURA dan pilih sesuai fungsi yang dibutuhkan dalam masakan.
WhatsApp: +62817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia