Benarkah Garam Himalayan Bisa untuk Terapi? Cek Faktanya

Benarkah Garam Himalayan Bisa untuk Terapi? Cek Faktanya

Kalau digunakan untuk memasak, pasti Anda sudah tahu. Tapi tahukah Anda kalau ternyata garam juga bisa digunakan untuk terapi? Bagi Anda yang baru pertama mendengarnya, praktik ini sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke-12 di Eropa Timur sana dan dikenal dengan istilah halotherapy.

Melansir laman WebMD, terapi ini digolongkan sebagai pengobatan alternatif dan bisa memberikan beberapa manfaat untuk kulit dan pernapasan. Hanya saja ada hal khusus yang perlu diperhatikan. Hmm… jadi apa iya garam himalayan bisa digunakan untuk terapi? Cek faktanya di sini, yuk! 

Kandungan Himalayan Salt

Selain garam meja, ada banyak jenis garam lain yang bisa Anda temukan. Baik yang digunakan untuk kebutuhan memasak maupun sebagai pupuk tanaman. 

Nah, tapi ada satu jenis garam yang agak berbeda. Kalau kebanyakan garam berwarna putih, garam yang satu ini justru berwarna pink. Yap, tebakan Anda benar, ini adalah garam himalaya (himalayan salt).

Selain warnanya, tempat produksinya pun berbeda. Bukan dari air laut melainkan dari tambang garam di kaki gunung Himalaya. Garam ini juga diyakini sebagai garam paling murni di dunia dan memiliki kandungan yang lebih unggul dibanding garam dapur biasa.

Itu karena garam himalayan mengandung banyak mineral alami, seperti magnesium, kalsium, dan sulfur yang baik untuk tubuh. Meski 98 persen kandungannya tetap natrium klorida sama seperti garam pada umumnya.

BACA JUGA: GARAM: JENIS DAN MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN

Terapi untuk Kulit

Secara alami, garam memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antimikroba. Karena itulah garam kerap digunakan dalam produk-produk perawatan kulit. Misalnya sebagai scrub, toner, ataupun masker.

Dalam jumlah tertentu, partikel kecil garam dapat membantu memperbaiki sel-sel kulit dan melindunginya dari infeksi serta tanda-tanda penuaan.

Beberapa masalah kulit yang bisa diatasi dengan terapi garam di antaranya adalah jerawat, rosacea, ruam, eksim, dan psoriasis. Tapi untuk menjamin ketepatannya, konsultasikan cara dan penggunaanya dengan dokter, ya!

Terapi untuk Pernapasan

Halotherapy memang memberikan efek baik terhadap kondisi pernapasan. Namun, terapi ini bukan dilakukan dengan memakan atau meminum larutan air garam ya, melainkan dengan menghirup partikel garam. Prosesnya pun biasa dilakukan dalam ruangan khusus di dalam klinik.

Selain itu, garam yang digunakan juga khusus, yakni garam yang mengandung natrium klorida, mangan, kalsium, dan sulfat.

Kalau dilihat dari kandungannya, sebenarnya itu semua ada di dalam garam himalaya. Tapi soal apakah garam himalayan bisa digunakan untuk halotherapy, masih butuh riset tambahan untuk menjawabnya. Meski begitu, Anda bisa melakukan ini sebagai pertolongan pertama atau alternatif pengobatan di rumah.

Mari kembali ke masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, Anda banyak mendengar saran untuk rutin menghirup air garam demi meningkatkan kualitas pernapasan dan jumlah oksigen dalam darah bukan? Ya, cara ini memang disarankan dan hasilnya cukup efektif. 

Lagipula karena cara ini dianggap aman dan tidak membahayakan, Anda bisa melakukannya di rumah sebagai terapi alternatif.

Cara lainnya bisa dengan mengompres bagian muka dengan handuk hangat yang sudah direndam dalam larutan air garam. Ini cukup efektif untuk mengatasi gejala flu dan sinus.

Itulah sekilas informasi soal manfaat garam himalaya untuk terapi yang ternyata masih butuh penelitian lanjutan.

Tapi kalau untuk bumbu masak yang praktis dan lezat, Anda selalu bisa mengandalkan PURA Himalayan Salt yang tersedia dalam varian Blackpepper dan Garlic, yang siap menyulap setiap hidangan jadi makin sempurna!