Saus kacang tinggi garam dapat meningkatkan asupan natrium tanpa disadari karena bumbunya sering mengandung garam, kecap, kaldu, atau penyedap sekaligus. Risikonya bertambah ketika saus dituangkan banyak dan dikonsumsi bersama makanan yang juga sudah dibumbui.
Saat menikmati siomay, sate, gado-gado, atau batagor, perhatian biasanya lebih tertuju pada makanan utamanya. Padahal, saus kacang dan bumbu pendamping juga dapat menyumbang natrium, meskipun rasanya tidak selalu dominan asin.
Artikel ini membahas sumber garam dalam bumbu makanan, batas konsumsi garam harian, cara mengurangi garam pada saus, serta langkah praktis membuat bumbu cocol lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasanya.
Garam berlebih tidak selalu berasal dari garam yang terlihat saat memasak. Natrium juga dapat tersembunyi dalam saus kacang, kecap, sambal, kaldu, bumbu instan, penyedap, dan makanan pendamping yang dikonsumsi secara bersamaan.
WHO menjelaskan bahwa natrium tidak hanya terdapat dalam garam dapur. Kandungan ini juga banyak ditemukan dalam makanan olahan dan condiment seperti kecap, saus ikan, kaldu, serta saus komersial.
Karena itu, mengontrol konsumsi garam sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan seluruh komposisi makanan, bukan hanya jumlah garam yang ditambahkan langsung.
Saus kacang dapat meningkatkan asupan natrium karena biasanya tidak hanya berisi kacang. Resepnya dapat menggunakan garam, kecap, kaldu, penyedap, saus sambal, atau bahan olahan lain yang masing-masing menyumbang natrium.
Jumlah natrium dalam setiap saus kacang dapat berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh resep, jenis bahan, takaran bumbu, dan jumlah saus yang dikonsumsi.
Rasa manis dari gula merah atau kecap dapat membuat rasa asin dalam saus kacang menjadi kurang menonjol. Rasa gurih dari kacang, bawang, kaldu, dan penyedap juga membuat saus terasa lebih kompleks.
Akibatnya, saus yang tidak terasa sangat asin belum tentu rendah natrium. Mengandalkan lidah saja tidak cukup untuk memperkirakan jumlah garam dalam bumbu makanan.
Saus yang dituangkan langsung ke seluruh makanan biasanya lebih sulit dikontrol dibandingkan saus yang disajikan secara terpisah. Jumlahnya dapat bertambah tanpa disadari karena sebagian saus terserap atau tertinggal di dasar piring.
Untuk memahami kontribusi saus terhadap konsumsi harian keluarga, pembaca dapat mempelajari cara praktis menghitung asupan natrium harian keluarga di rumah tanpa aplikasi diet.
Bumbu cocol tinggi natrium tidak hanya ditemukan pada siomay. Berbagai makanan rumahan dan jajanan dapat memperoleh tambahan natrium dari saus kacang, kecap, sambal, dressing, atau saus botolan yang disajikan sebagai pendamping.
Berikut beberapa contoh sumber natrium yang perlu diperhatikan:
|
Jenis makanan |
Bumbu pendamping |
Potensi sumber natrium |
|
Siomay |
Saus kacang, kecap, sambal |
Garam, kecap, kaldu, penyedap |
|
Sate |
Bumbu kacang atau kecap berbumbu |
Garam, kecap, penyedap |
|
Gado-gado |
Saus kacang |
Garam, kecap, kaldu |
|
Batagor |
Saus kacang dan kecap |
Garam dalam adonan, saus, dan kecap |
|
Cilok |
Saus kacang atau saus sambal |
Bumbu adonan, saus botolan, penyedap |
|
Gorengan |
Sambal, kecap, saus cabai |
Garam pada gorengan dan saus pendamping |
|
Salad |
Dressing siap pakai |
Garam, saus, keju, dan bahan tambahan |
|
Camilan kukus |
Saus kacang atau saus gurih |
Garam, kecap, kaldu, penyedap |
Tabel tersebut tidak berarti semua makanan harus dihindari. Tujuannya adalah mengenali bahwa satu porsi makanan bisa memiliki beberapa sumber natrium sekaligus.
Batas konsumsi garam harian untuk orang dewasa menurut WHO adalah kurang dari 5 gram garam atau kurang dari 2.000 mg natrium per hari. Jumlah tersebut setara dengan sedikit kurang dari satu sendok teh garam.
Batas tersebut merupakan total dari seluruh makanan dan minuman dalam sehari. Artinya, jumlahnya tidak hanya menghitung garam yang dimasukkan saat memasak.
Natrium dari kecap, saus, kaldu, roti, camilan, makanan kemasan, dan makanan yang dibeli di luar juga perlu diperhitungkan.
WHO melaporkan bahwa rata-rata konsumsi natrium orang dewasa secara global pada 2021 mencapai 4.278 mg per hari atau setara dengan sekitar 11 gram garam. Jumlah tersebut lebih dari dua kali rekomendasi untuk orang dewasa.
|
Sumber natrium |
Contoh di makanan harian |
Cara mengontrolnya |
|
Garam masak |
Tumisan, sup, sambal, saus kacang |
Gunakan sendok ukur dan tambahkan bertahap |
|
Kecap dan saus |
Sate, siomay, gorengan |
Perhatikan jumlah dan informasi nilai gizi |
|
Makanan kemasan |
Keripik, mi instan, makanan beku |
Bandingkan natrium per sajian |
|
Kaldu |
Sup, tumisan, marinasi |
Kurangi garam tambahan setelah kaldu digunakan |
|
Bumbu instan |
Saus siap masak, marinasi |
Periksa komposisi dan ukuran takaran saji |
|
Makanan restoran |
Bakso, sate, siomay, makanan berkuah |
Minta saus atau kuah disajikan terpisah |
Namun, menyebut saus kacang sebagai penyebab hipertensi secara tunggal kurang tepat. Risiko hipertensi dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan, kebiasaan konsumsi natrium, aktivitas fisik, berat badan, usia, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.
Cara mengurangi garam pada saus dapat dimulai dengan membuat saus sendiri, mengurangi bahan asin secara bertahap, memperkuat rasa menggunakan rempah, dan membatasi jumlah saus ketika makanan disajikan.
Pengurangan tidak harus dilakukan secara drastis. Takaran dapat dikurangi sedikit demi sedikit agar lidah memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.
Bawang putih, bawang merah, cabai, kencur, daun jeruk, asam jawa, dan jeruk limau dapat memperkuat rasa serta aroma saus tanpa harus mengandalkan banyak garam.
WHO juga merekomendasikan penggunaan herba dan rempah sebagai salah satu cara mengurangi penggunaan garam saat memasak.
Beberapa kombinasi yang dapat dicoba antara lain:
Bahan asam seperti jeruk limau atau asam jawa dapat membuat rasa saus terasa lebih segar. Rempah aromatik juga membantu menciptakan rasa yang kuat sehingga kebutuhan untuk terus menambahkan garam dapat berkurang.
Menyajikan saus dalam mangkuk kecil membantu pembaca mengontrol jumlah saus yang benar-benar dimakan. Makanan cukup dicelupkan pada bagian tertentu, bukan seluruhnya disiram sampai tertutup. Sebagai langkah awal, ambil satu hingga dua sendok makan saus. Tambahkan hanya apabila jumlah tersebut memang belum cukup.

Mengganti jenis garam saja belum cukup untuk mengendalikan asupan natrium. Garam natural dapat dipilih sebagai bagian dari kebiasaan memasak yang lebih mindful, tetapi takaran pemakaiannya tetap harus diperhatikan.
Sea salt, garam Himalaya, dan jenis garam dapur lain tetap mengandung natrium. Karena itu, label natural bukan alasan untuk menggunakannya secara berlebihan.
Pemilihan jenis garam membantu keluarga lebih sadar terhadap bahan yang digunakan dalam masakan. Namun, keputusan tersebut tetap perlu disertai kebiasaan membaca label, menggunakan alat ukur, dan memperhatikan bahan asin lainnya.
Saat memilih garam atau bumbu, periksa beberapa hal berikut:
Pelajari cara membandingkan garam dalam 60 detik dengan membaca label komposisi saat belanja agar pilihan tidak hanya didasarkan pada warna, bentuk kristal, atau tampilan kemasan.
Kontrol porsi tetap menjadi kunci utama karena garam natural juga menyumbang natrium. Semakin banyak garam yang digunakan, semakin besar pula natrium yang masuk ke dalam makanan.
Gunakan sendok ukur daripada menuangkan garam langsung dari kemasan. Langkah sederhana ini membantu menjaga konsistensi rasa sekaligus mencegah takaran berubah terlalu jauh pada setiap proses memasak.
Penggunaan garam yang lebih cermat dimulai dengan mengenali seluruh bahan yang menyumbang natrium. Garam kemudian ditambahkan bertahap setelah bahan utama, rempah, kecap, dan bahan lain tercampur.
Berikut langkah yang dapat diterapkan saat membuat bumbu cocol lebih sehat:
Saat menggunakan sea salt untuk bumbu rumahan, prinsipnya tetap sama: gunakan sedikit lebih dahulu, cicipi, lalu sesuaikan berdasarkan bahan lain yang sudah mengandung natrium.

Bumbu cocol menjadi terlalu tinggi kandungan garamnya ketika beberapa bahan asin digunakan sekaligus tanpa dihitung sebagai satu kesatuan. Kesalahan lain adalah menambah garam sebelum seluruh rasa dalam saus benar-benar menyatu.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari meliputi:
Berikut jawaban langsung atas beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai saus kacang, bumbu cocol, dan asupan garam harian.
Saus kacang bisa tinggi garam apabila dibuat dengan banyak garam, kecap, kaldu, penyedap, atau saus tambahan. Kandungannya bergantung pada resep dan porsi, sehingga saus buatan sendiri tetap perlu ditakar.
Makan siomay setiap hari tidak otomatis menyebabkan hipertensi. Namun, kebiasaan mengonsumsi siomay dan saus tinggi natrium dalam porsi besar dapat meningkatkan total asupan natrium dan berkontribusi terhadap kenaikan tekanan darah.
Risiko hipertensi juga dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, berat badan, usia, kondisi kesehatan, dan faktor genetik.
WHO merekomendasikan konsumsi kurang dari 5 gram garam atau kurang dari 2.000 mg natrium per hari untuk orang dewasa. Jumlah tersebut merupakan total dari seluruh makanan, minuman, saus, dan bumbu yang dikonsumsi dalam sehari.
Tidak. Garam natural tetap mengandung natrium sehingga jumlah penggunaannya harus dikontrol. Pemilihan jenis garam tidak menghilangkan pentingnya memperhatikan takaran dan sumber natrium lain.
Gunakan garam sedikit demi sedikit, tambahkan bawang dan rempah, manfaatkan rasa asam dari jeruk limau atau asam jawa, serta perhitungkan natrium dari kecap, kaldu, penyedap, dan saus botolan.
Ya. Menyajikan saus secara terpisah membantu mengontrol jumlah yang dikonsumsi, menjaga tekstur makanan, dan mencegah seluruh saus otomatis ikut termakan.
Saus kacang dan bumbu cocol tetap dapat dinikmati selama porsi saus, jumlah garam, dan bahan tambahan di dalamnya diperhatikan. Menghindari seluruh makanan favorit bukan satu-satunya cara untuk mengendalikan asupan natrium.
Jika saus dibuat sendiri, kurangi garam secara bertahap dan perkuat rasa dengan bawang, cabai, kencur, daun jeruk, atau jeruk limau. Jika menggunakan kecap, kaldu, atau penyedap, jangan langsung menambahkan garam dalam takaran penuh.
Jika makanan utama sudah terasa gurih, pilih saus dalam porsi lebih kecil. Jika sulit memperkirakan jumlah saus, sajikan dalam mangkuk terpisah agar setiap orang dapat mengontrol porsinya.
Jika memilih garam natural, tetap gunakan alat ukur dan sesuaikan jumlahnya dengan batas konsumsi harian. Jenis garam dapat menjadi bagian dari pilihan bahan, tetapi porsi tetap menentukan jumlah natrium yang dikonsumsi.
Saat membuat saus kacang atau bumbu cocol, gunakan PURA Sea Salt Fine secukupnya dan tambahkan secara bertahap setelah seluruh bahan tercampur. Cara ini membantu menjaga rasa tetap seimbang sekaligus memudahkan keluarga mengontrol jumlah garam dalam masakan.
Sebagai brand yang menghadirkan bahan masak alami dan berkualitas, PURA membantu keluarga memilih bumbu dengan komposisi yang lebih sederhana untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Namun, penggunaan garam tetap perlu disesuaikan dengan bahan lain yang sudah mengandung natrium serta batas konsumsi harian.
WhatsApp: +62817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia