Apakah Kaldu Bubuk Bisa Menambah Gizi MPASI? Ini Penjelasannya!

Apakah Kaldu Bubuk Bisa Menambah Gizi MPASI? Ini Penjelasannya!

Kaldu bubuk tidak menggantikan ayam asli sebagai sumber protein dalam MPASI. Ayam asli digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein dan zat gizi dari bahan pangan, sedangkan kaldu bubuk berfungsi sebagai bumbu untuk menambah rasa. Jika digunakan, perhatikan usia bayi, komposisi produk, takaran, serta total natrium dari makanan yang dikonsumsi sepanjang hari.

Nama atau rasa ayam, sapi, maupun salmon pada kaldu bubuk tidak berarti kandungan gizinya sama dengan bahan pangan tersebut. Karena itu, orang tua tetap perlu membedakan bahan yang berfungsi memenuhi kebutuhan gizi dengan bumbu yang digunakan untuk memperkaya rasa makanan.

Dengan memahami perbedaan fungsi tersebut, Ibu dapat menyusun MPASI dengan sumber gizi yang tetap menjadi prioritas sekaligus lebih cermat saat mempertimbangkan penggunaan bumbu kaldu.

Catatan: Artikel ini memberikan informasi umum mengenai penggunaan kaldu bubuk dalam MPASI dan tidak menggantikan saran dokter atau ahli gizi. WHO merekomendasikan MPASI sejak sekitar usia 6 bulan dan menyarankan agar garam serta gula tidak ditambahkan ke makanan pendamping. Jika bayi memiliki kondisi medis, alergi, atau kebutuhan diet khusus, konsultasikan pilihan bahan dan bumbu dengan tenaga kesehatan.

Ayam Asli dan Kaldu Bubuk Memiliki Fungsi yang Berbeda

Ayam asli dan kaldu bubuk tidak dapat saling menggantikan karena perannya dalam MPASI berbeda. Ayam merupakan bahan pangan yang dapat menjadi sumber protein, sedangkan kaldu bubuk digunakan dalam jumlah kecil sebagai bumbu.

WHO dalam panduan complementary feeding untuk anak usia 6–23 bulan merekomendasikan pola makan yang beragam, termasuk konsumsi pangan hewani seperti daging, ikan, atau telur. Artinya, jika tujuan Ibu adalah memenuhi kebutuhan gizi anak, bahan pangan sumber protein tetap perlu menjadi bagian dari menu.

Aspek

Ayam Asli

Kaldu Bubuk

Fungsi dalam MPASI

Bahan pangan sumber protein dan zat gizi

Bumbu untuk menambah rasa

Kandungan yang diperhatikan

Protein dan zat gizi dari bahan pangan

Komposisi, natrium, dan bahan tambahan

Jumlah penggunaan

Menjadi bagian dari porsi makanan

Digunakan sedikit sesuai kebutuhan dan label

Peran dalam menu

Bagian dari susunan makanan utama

Pelengkap rasa

Dapat saling menggantikan?

Tidak. Kaldu bubuk tidak menggantikan porsi ayam atau sumber protein lainnya.

Tidak. Ayam tidak digantikan oleh penggunaan kaldu bubuk.

Untuk Memenuhi Protein MPASI, Berikan Sumber Proteinnya Secara Langsung

Jika tujuannya menambah asupan protein, masukkan sumber protein secara langsung ke dalam MPASI, misalnya ayam, ikan, telur, daging, atau sumber lain yang sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi. Jangan menghitung kaldu rasa ayam, sapi, atau salmon sebagai pengganti porsi lauk.

Sesuai dengan arahan WHO bahwa MPASI perlu menyediakan energi, protein, dan mikronutrien yang memadai untuk mendukung kebutuhan bayi yang sedang tumbuh. Kaldu bubuk mengandung bahan yang berasal dari sumber protein, tetapi jumlah yang digunakan sebagai bumbu jauh berbeda dengan porsi bahan pangan utama.

Kaldu Ayam

Kaldu Bubuk Digunakan untuk Membuat MPASI Lebih Sedap

Fungsi kaldu bubuk untuk MPASI lebih tepat ditempatkan sebagai bumbu untuk memperkaya cita rasa, bukan sebagai sumber gizi utama. Penggunaan bumbu dapat membuat profil rasa makanan berubah, tetapi penerimaan bayi terhadap makanan tidak hanya ditentukan oleh rasa.

Tekstur yang sesuai usia, variasi bahan, kondisi bayi, suasana makan, dan cara orang tua merespons tanda lapar serta kenyang juga berpengaruh terhadap proses makan. Karena itu, menambahkan kaldu bukan satu-satunya langkah ketika bayi menolak makanan.

Kaldu Bubuk Boleh Digunakan untuk MPASI, tetapi Perhatikan Sodiumnya

Jika Ibu memilih menggunakan kaldu bubuk untuk MPASI, kandungan natriumnya perlu diperhitungkan bersama seluruh makanan yang dikonsumsi bayi. Natrium tidak hanya dapat berasal dari kaldu, tetapi juga terdapat secara alami dalam bahan pangan maupun berasal dari bahan tambahan lain.

Perlu diperhatikan pula bahwa WHO merekomendasikan agar garam dan gula tidak ditambahkan ke makanan pendamping bayi. Karena itu, penggunaan produk bumbu yang mengandung garam sebaiknya tidak dipandang sebagai kebutuhan wajib dalam MPASI.

1. Hitung Sodium Berdasarkan Takaran yang Benar-Benar Digunakan

Berdasarkan informasi nilai gizi Kaldu Ayam Pura yang menjadi acuan artikel ini, 1 gram atau sekitar ¼ sendok teh mengandung 140 mg natrium. Apabila yang digunakan hanya 0,5 gram, kontribusi natriumnya dapat diperkirakan sekitar 70 mg.

Natrium yang dikonsumsi = kandungan natrium per gram × jumlah kaldu yang digunakan

Takaran sendok dapat menghasilkan jumlah yang berbeda tergantung cara mengambil produk. Karena itu, ⅛ sendok teh sebaiknya dipahami sebagai perkiraan. Jika membutuhkan perhitungan lebih akurat, gunakan berat dalam gram dan selalu merujuk pada informasi nilai gizi pada kemasan produk yang sedang digunakan.

2. Bandingkan dengan Total Sodium dari Seluruh Menu Harian

Jangan menilai penggunaan kaldu hanya dengan membandingkan kandungannya terhadap satu angka acuan. Natrium dari kaldu tetap menjadi bagian dari total natrium yang diperoleh bayi dari ASI atau susu, bahan pangan, serta makanan pendamping lainnya.

Sebagai referensi, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi mencantumkan angka kecukupan natrium sebesar 200 mg per hari untuk bayi usia 7–11 bulan. Angka tersebut merupakan acuan kecukupan natrium harian secara keseluruhan, bukan batas aman khusus penggunaan kaldu bubuk.

Mengenalkan Sayur pada Bayi

Periksa Komposisi Kaldu Bubuk Sebelum Memberikannya

Cara memilih kaldu MPASI tidak cukup dengan melihat tulisan pada bagian depan kemasan. Periksa informasi produk secara menyeluruh agar Ibu mengetahui apa yang diberikan dan dapat menyesuaikan penggunaannya dengan menu bayi.

Hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Kandungan natrium per takaran saji.
  • Ukuran takaran saji dalam gram.
  • Daftar bahan berdasarkan urutan komposisi.
  • Kandungan gula tambahan.
  • Penggunaan MSG atau bahan penguat rasa.
  • Bahan pengawet.
  • Informasi alergen.
  • Petunjuk penggunaan dan penyimpanan.
  • Izin edar dan keterangan kedaluwarsa.

Sesuaikan Takaran Kaldu dengan Bahan MPASI Lainnya

Jumlah bumbu kaldu untuk MPASI perlu disesuaikan dengan keseluruhan komposisi menu. Jika makanan sudah menggunakan bahan lain yang turut menyumbang natrium, penambahan kaldu perlu dipertimbangkan kembali. Sebaliknya, jangan menjadikan takaran tertentu sebagai angka yang harus selalu digunakan pada setiap menu.

Ibu dapat mempelajari lebih lanjut cara memahami natrium dalam kaldu MPASI sebelum menentukan penggunaannya dalam menu si kecil.

Bubur Bayi Sehat

Jangan Mengandalkan Kaldu untuk Memperbaiki Komposisi MPASI

Rasa yang lebih sedap tidak dapat menggantikan susunan MPASI yang bergizi. Jika menu belum memiliki sumber protein atau kurang bervariasi, solusinya bukan sekadar menambah kaldu bubuk, tetapi memperbaiki bahan utama yang digunakan.

WHO menekankan pentingnya makanan pendamping yang beragam dan padat gizi. Jadi, prioritaskan susunan makanan yang memenuhi kebutuhan bayi, kemudian tempatkan bumbu hanya sebagai pelengkap jika memang digunakan.

Gunakan Kaldu Sesuai Fungsinya, Bukan sebagai Pengganti Lauk

Sebelum menggunakan kaldu bubuk untuk MPASI, Ibu dapat mengikuti alur sederhana berikut agar fungsi bahan utama dan bumbu tidak tertukar:

  1. Tentukan dahulu sumber protein dalam menu.
  2. Susun bahan MPASI sesuai usia dan kebutuhan bayi.
  3. Periksa sumber natrium dari bahan dan bumbu lainnya.
  4. Baca kandungan natrium dan takaran saji pada label kaldu.
  5. Jika memilih menggunakan kaldu, gunakan dalam jumlah kecil sebagai penambah rasa.
  6. Perhitungkan kontribusinya terhadap keseluruhan asupan harian.

FAQ tentang Kaldu Bubuk untuk MPASI

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat orang tua mempertimbangkan penggunaan kaldu bubuk dalam menu MPASI.

1. Apakah kaldu ayam bubuk mengandung protein seperti ayam asli?

Kandungannya tidak dapat langsung disamakan dengan ayam asli. Periksa informasi nilai gizi pada produk dan tetap berikan sumber protein secara langsung dalam menu MPASI.

2. Apakah kaldu bubuk boleh digunakan setiap hari?

Kaldu bubuk bukan bahan yang wajib diberikan setiap hari. Jika Ibu memilih menggunakannya, pertimbangkan komposisi, jumlah yang dipakai, sumber natrium lain dalam menu, serta rekomendasi tenaga kesehatan untuk kondisi bayi.

3. Apakah kaldu bubuk dapat membuat bayi lebih lahap?

Kaldu dapat mengubah dan memperkaya rasa makanan, tetapi tidak menjamin bayi menjadi lebih lahap. Penerimaan makanan juga dipengaruhi tekstur, variasi menu, kondisi bayi, suasana makan, serta cara pemberian makan.

4. Apakah kaldu tanpa MSG otomatis rendah sodium?

Tidak. Keterangan tanpa MSG tidak menunjukkan jumlah natrium dalam produk. Tetap periksa informasi nilai gizi dan ukuran takaran saji untuk mengetahui kandungan natriumnya.

5. Apakah kaldu dapat menggantikan ayam dalam MPASI?

Tidak. Kaldu digunakan sebagai bumbu, sedangkan ayam merupakan bahan pangan yang dapat menjadi sumber protein. Jika bayi membutuhkan protein, berikan sumber protein yang sesuai secara langsung dalam menu.

Kesimpulan

Kaldu bubuk dan ayam asli memiliki fungsi berbeda dalam MPASI. Protein dan zat gizi tetap perlu diperoleh dari bahan pangan yang sesuai, sedangkan kaldu bubuk, jika dipilih untuk digunakan, ditempatkan sebagai bumbu dan bukan pengganti lauk.

Sebelum menggunakannya, periksa komposisi serta informasi nilai gizi, hitung natrium berdasarkan jumlah yang benar-benar digunakan, dan pertimbangkan keseluruhan makanan bayi dalam sehari.

Banner All Products

Tambahkan Rasa pada MPASI Tanpa Melupakan Bahan Utamanya

PURA menghadirkan berbagai pilihan kaldu masakan berbahan alami dan berkualitas untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Untuk melengkapi MPASI, PURA Kaldu dapat digunakan sebagai bumbu penambah rasa dengan tetap menempatkan ayam, ikan, telur, daging, atau sumber protein lainnya sebagai bahan utama. Pilih varian PURA Kaldu sesuai kebutuhan dan gunakan berdasarkan takaran serta informasi nilai gizi pada kemasan. 

WhatsApp: +62817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia

Referensi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-28-tahun-2019

World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864

World Health Organization. (2026). Healthy diet. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet