Kaldu MPASI mengandung natrium yang tidak otomatis berbahaya selama jumlahnya rendah, terukur, dan digunakan sesuai takaran saji bayi. Yang perlu dihindari adalah natrium berlebihan, bukan keberadaannya sama sekali. Penggunaan natrium pada MPASI dalam jumlah kecil dan terkontrol masih dapat menjadi bagian dari proses pengenalan rasa yang aman dan bertahap.
Banyak ibu merasa ragu saat membaca label kandungan natrium pada produk kaldu untuk MPASI bayi. Di satu sisi, anjuran MPASI awal tanpa tambahan garam cukup sering digaungkan oleh tenaga kesehatan. Di sisi lain, ibu juga ingin memperkenalkan rasa agar si kecil tidak menolak makanan. Kebingungan ini wajar, terutama ketika pesan “tanpa natrium” terdengar seperti larangan mutlak tanpa ruang konteks.
Rekomendasi MPASI awal tanpa tambahan garam bertujuan melindungi fungsi ginjal bayi yang masih berkembang. Pada usia di bawah satu tahun, kemampuan tubuh bayi memproses natrium belum seefisien orang dewasa, sehingga asupan berlebihan memang perlu dibatasi.
Pesan ini sering disederhanakan menjadi “tidak boleh sama sekali”. Padahal secara alami, berbagai bahan makanan juga mengandung natrium dalam jumlah kecil. Artinya, yang perlu dikontrol adalah jumlahnya. Dalam konteks kandungan natrium pada MPASI, pendekatan yang tepat adalah mengatur takaran dan memahami sumbernya.
Natrium adalah mineral esensial yang tetap dibutuhkan tubuh, termasuk pada bayi yang sedang menjalani MPASI.
Peran natrium untuk MPASI bayi:
Tanpa natrium sama sekali, tubuh tidak dapat berfungsi optimal. Masalah muncul ketika konsumsi tidak terkontrol dan melebihi kebutuhan harian bayi. Karena itu, pembahasan tentang natrium untuk MPASI seharusnya fokus pada kontrol, bukan pelarangan total.
Sering muncul kekhawatiran bahwa kaldu untuk MPASI bayi sama dengan menambahkan garam dapur secara langsung. Padahal keduanya berbeda secara konteks penggunaan.
|
Sumber Natrium |
Cara Penggunaan |
Dampak |
|
Garam dapur |
Ditaburkan langsung |
Risiko tinggi jika berlebihan |
|
Natrium alami bahan makanan |
Terkandung alami |
Jumlah kecil |
|
Kaldu bayi dengan natrium rendah |
Digunakan sejumput |
Terbagi per porsi |
Kaldu digunakan sebagai camPURAn dalam jumlah kecil, bukan sebagai bahan utama. Jika memilih kaldu bayi dengan natrium rendah dan digunakan sesuai takaran, dampaknya berbeda dibandingkan penggunaan garam dapur tanpa kontrol. Di sinilah pentingnya membedakan antara natrium berlebihan dan natrium terukur.

Setelah memahami perbedaan antara natrium berlebihan dan natrium yang terkontrol membantu ibu melihat bahwa yang terpenting bukan sekadar ada atau tidaknya natrium, melainkan bagaimana komposisinya disusun dan digunakan dalam takaran MPASI.
Kaldu non MSG untuk MPASI seperti PURA diformulasikan dengan kandungan natrium rendah dan tidak dominan. Penggunaannya pun hanya sejumput sesuai takaran saji, sehingga berfungsi memperkaya rasa tanpa membuat makanan terasa asin. Ibu tetap memiliki kontrol penuh terhadap jumlah yang digunakan dalam setiap porsi.
Kaldu bayi dengan natrium rendah dapat menjadi pendamping MPASI yang lebih terukur. Fokusnya bukan pada rasa asin, melainkan pada sentuhan gurih lembut agar bayi lebih mudah menerima variasi makanan.
Selain itu, jika ibu ingin tahu manfaat lain dari penggunaan kaldu non MSG dalam MPASI bayi, seperti cara meningkatkan penerimaan rasa dan variasi makanan secara sehat, cek artikel kami berikut ini: Ini Dia Keuntungan Kaldu Non MSG untuk Pelengkap MPASI Bayi.
MPASI bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga fase penting pengenalan rasa. Anak belajar mengenal tekstur dan cita rasa sejak dini, termasuk rasa gurih alami yang lembut. Pengenalan ini membantu bayi lebih terbuka terhadap variasi makanan di tahap selanjutnya.
Mengenalkan rasa tidak sama dengan membiasakan makanan asin. Selama penggunaan dilakukan secara bertahap dan sadar takaran, rasa gurih dari kaldu dapat membantu meningkatkan penerimaan makanan tanpa mengubah tujuan nutrisi utama MPASI. Pendekatannya tetap seimbang dan terkontrol.
Setiap ibu memiliki pendekatan berbeda dalam menyusun menu MPASI. Ada yang memilih tanpa tambahan apa pun di awal, ada pula yang mempertimbangkan penggunaan kaldu dalam jumlah kecil untuk membantu pengenalan rasa. Semua kembali pada usia, kondisi, serta kebutuhan anak masing-masing.
Yang terpenting adalah keputusan dibuat berdasarkan pemahaman yang utuh, bukan ketakutan akibat informasi yang dipotong sebagian. Dengan memahami konteks natrium untuk MPASI, ibu dapat lebih tenang dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan nilai dan preferensinya.
Jika ibu mempertimbangkan penggunaan kaldu untuk MPASI bayi, perhatikan beberapa hal berikut:
Jika menggunakan kaldu bayi dengan natrium rendah dan sesuai takaran, maka MPASI boleh pakai kaldu sebagai bagian dari proses pengenalan rasa yang terkontrol.
Kaldu MPASI mengandung natrium tidak otomatis berbahaya. Natrium untuk MPASI tetap merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah, sumber, serta cara penggunaannya. Jika kandungan natrium rendah dan digunakan sesuai takaran, kaldu tetap dapat menjadi pilihan rasional dan terkontrol dalam fase MPASI. Sebaliknya, penggunaan berlebihan tetap perlu dihindari.
Jika Ibu ingin memperkenalkan rasa gurih secara bertahap dengan natrium yang tetap terkontrol, pilih kaldu non MSG dengan komposisi jelas dan penggunaan sesuai takaran.
PURA menghadirkan kaldu dengan kandungan natrium rendah yang cukup digunakan sejumput untuk memperkaya rasa MPASI tanpa mendominasi rasa alami makanan.
WhatsApp: +62817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia