Sawi merupakan salah satu sayuran hijau yang sering digunakan dalam berbagai masakan. Di antara banyak jenisnya, sawi daging dan sawi hijau sering dianggap serupa karena bentuknya yang hampir mirip. Namun, meskipun sekilas tampak sama, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi tekstur, rasa, hingga cara pengolahannya. Lalu, apa saja perbedaan antara sawi daging dan sawi hijau? Simak penjelasannya berikut ini!
Sawi daging dan sawi hijau sering dianggap sama, padahal ada beberapa perbedaan mendasar yang membuat masing-masing memiliki karakteristik unik. Berikut perbandingannya:
- Sawi Daging: Dikenal juga sebagai sawi sendok atau bok choy.
- Sawi Hijau: Disebut juga caisim atau choy sum.
- Sawi Daging: Berdaun tebal dengan batang lebar, teksturnya renyah dan lebih padat.
- Sawi Hijau: Daunnya lebih tipis dan batangnya ramping dengan tekstur lebih lembut.
- Sawi Daging: Daun hijau tua dengan batang putih yang tebal.
- Sawi Hijau: Berwarna hijau cerah dari batang hingga daunnya.
- Sawi Daging: Cenderung manis dengan sedikit rasa pedas khas sayuran cruciferous.
- Sawi Hijau: Lebih pahit dan memiliki aroma khas yang lebih tajam dibanding sawi daging.
- Sawi Daging: Kandungan air lebih tinggi, membuatnya lebih segar dan berair saat dikonsumsi mentah atau dimasak sebentar.
- Sawi Hijau: Lebih sedikit air, sehingga tetap renyah meskipun ditumis lebih lama.
Keduanya kaya akan vitamin dan mineral, namun ada perbedaan:
- Sawi Daging: Tinggi vitamin A, C, dan K serta antioksidan.
- Sawi Hijau: Lebih banyak kalsium dan serat, baik untuk pencernaan.
Berbeda tekstur dan rasa, cara memasaknya pun perlu disesuaikan:
- Sawi Daging: Cocok untuk direbus, dikukus, atau dimasukkan ke dalam sup.
- Sawi Hijau: Lebih sering ditumis, direbus, atau dicampurkan dalam mie dan capcay.
- Sawi Daging: Mudah layu tetapi tetap mempertahankan sedikit kerenyahan.
- Sawi Hijau: Lebih tahan terhadap panas dan tidak mudah hancur.
- Sawi Daging: Sering digunakan dalam hidangan Tionghoa seperti sup dan stir-fry.
- Sawi Hijau: Lebih umum dalam masakan Indonesia, seperti mie ayam dan tumisan.
Untuk meningkatkan cita rasa alami tanpa MSG, Kaldu Pura menjadi pilihan tepat untuk memasak sawi.
Rebus sawi daging dengan kuah Kaldu Pura non-MSG untuk rasa yang lebih gurih alami. Kemudian, tambahkan bakso, tahu, atau jamur untuk variasi rasa dan tekstur. Hidangan ini cocok untuk Anda yang ingin menerapkan menu sehat rendah lemak.
Gunakan sedikit minyak, lalu tumis sawi hijau dengan bawang putih dan Pura Kaldu Jamur untuk rasa gurih yang lebih sehat. Lalu, tambahkan wortel atau tauge untuk kombinasi serat dan warna yang menarik. Sajikan sebagai pendamping nasi hangat atau lauk utama.
Campurkan sawi hijau dan sawi daging dalam capcay kuah dengan Pura Kaldu alami sebagai penguat rasa gurih yang khas. Lebih sehat dibandingkan penggunaan penyedap buatan karena bebas MSG sehingga menambah cita rasa tanpa perlu banyak garam tambahan.
Sawi daging dan sawi hijau memiliki karakteristik unik yang bisa disesuaikan dengan jenis masakan yang diinginkan. Dengan menggunakan Pura Kaldu non-MSG, masakan berbahan sawi bisa menjadi lebih gurih alami, sehat, dan bebas bahan pengawet.
Menikmati hidangan lezat tidak harus mengorbankan kesehatan. Dengan menggunakan kaldu non-MSG dari Pura Indonesia, Anda bisa mendapatkan cita rasa gurih alami tanpa bahan tambahan yang berlebihan. Pilih Kaldu Pura sebagai pilihan terbaik untuk masakan sehat Anda!
Whatsapp: 08175788899
Instagram: puraindonesia
Instagram: purakitchen
Youtube: Pura Kitchen