Banyak orang mengira bahwa solusi dari rasa masakan yang kurang nendang adalah menambah garam. Logikanya sederhana: kalau kurang kuat, berarti kurang asin. Padahal, dalam banyak kasus, masalahnya bukan terletak pada jumlah garam — melainkan jenis garam yang digunakan.
Masakan bisa terasa asin, tetapi tetap hambar. Bisa terasa kuat di lidah, tapi tidak "hidup" di rasa. Di sinilah peran jenis garam menjadi penting: bukan sekadar soal asin, tapi soal karakter rasa.
Kebiasaan yang paling umum di dapur adalah menambah garam saat rasa masakan terasa kurang kuat. Sayangnya, cara ini sering berakhir dengan dua hal:
Ini karena asin tidak selalu identik dengan "lezat". Rasa yang enak itu kompleks: ada gurih, ada seimbang, ada harmoni antar bahan. Ketika hanya menambah garam, yang naik hanyalah intensitas asin — bukan kualitas rasa.
Setiap jenis garam punya profil rasa yang berbeda. Bukan cuma soal kadar natrium, tapi juga:
Inilah yang membuat perbedaan jenis garam dapur sangat terasa dalam hasil akhir masakan. Dua masakan dengan tingkat keasinan yang sama bisa terasa sangat berbeda, hanya karena jenis garamnya berbeda.

Berbeda dengan garam olahan, garam alami untuk masakan rumahan cenderung memiliki rasa yang lebih bersih dan seimbang.
Bukan sekadar menempel di lidah sebagai rasa asin, tetapi:
Inilah yang sering dirasakan sebagai garam yang menyatu dengan masakan — bukan mendominasi, tapi memperkuat karakter alami makanan.
Ketika menggunakan jenis garam untuk rasa masakan yang seimbang, kebutuhan menambah garam justru berkurang.
Karena:
Masakan terasa cukup, walau secara kuantitas garam lebih sedikit. Ini bukan soal diet, tapi soal kualitas rasa.
Perbandingan garam olahan vs garam alami bukan hanya soal bahan, tapi soal kebiasaan rasa yang terbentuk:
Artinya, pilihan garam membentuk kebiasaan rasa dalam jangka panjang — bukan cuma untuk satu masakan, tapi untuk pola makan keluarga.
Rasa masakan yang "kurang nendang" tidak selalu berarti kurang garam. Bisa jadi, jenis garam yang digunakan tidak mampu membangun karakter rasa secara seimbang.
Karena rasa enak bukan tentang seberapa asin, tapi seberapa menyatu, utuh, dan harmonis rasa tersebut di lidah.
Mulai beralih ke garam yang lebih alami untuk masakan sehari-hari.
Dengan Garam Pura, Anda tidak hanya mendapatkan rasa asin yang seimbang, tetapi juga pilihan garam yang diproses tanpa bahan tambahan berlebih, lebih aman untuk dikonsumsi rutin oleh seluruh anggota keluarga.
WhatsApp: +62 817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia