Empat perubahan pada payudara yang perlu diperhatikan dan diperiksakan adalah:
Mengenali kesehatan payudara bisa dimulai dengan memperhatikan kondisi yang biasanya terlihat dan terasa. Apakah ada bagian yang berbeda saat diraba? Apakah warna kulit atau bentuk payudara mengalami perubahan? Hal-hal seperti ini penting diperhatikan karena tidak semua perubahan menimbulkan rasa sakit.
Perubahan tersebut tidak selalu menandakan kanker. Namun, penyebabnya perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan, sebagaimana dijelaskan oleh National Cancer Institute (NCI).
Melalui momentum Pink Month, PURA mengajak para perempuan untuk lebih mengenali tubuhnya sendiri. Berikut empat perubahan pada payudara yang perlu Anda kenali, beserta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukannya.
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) membantu mengenali perubahan, tetapi tidak dapat memastikan atau menyingkirkan diagnosis kanker.
Benjolan pada payudara umumnya terasa berbeda dari jaringan di sekitarnya. Perubahan ini juga bisa berupa penebalan area kulit tanpa benjolan yang jelas, yang terkadang muncul hingga ke sekitar ketiak.
Saat melakukan pemeriksaan mandiri, amati jika ada area baru yang sebelumnya tidak terasa. Hindari menyimpulkan sendiri penyebab benjolan hanya berdasarkan ukuran, tingkat nyeri, atau mudah tidaknya benjolan digerakkan.
Benjolan memang dapat disebabkan oleh kondisi jinak, seperti kista atau perubahan jaringan payudara. Meski begitu, National Cancer Institute memasukkan benjolan baru pada payudara atau ketiak sebagai salah satu perubahan yang perlu diperhatikan.
Jadi, tidak perlu menunggu benjolan membesar atau terasa sakit untuk memeriksakannya. Lakukan pemeriksaan segera agar Anda dapat mengetahui penyebabnya.
Warna kulit payudara bisa berubah menjadi kemerahan atau lebih gelap dari biasanya. Jika perubahan ini baru muncul dan tidak kunjung hilang, sebaiknya jangan diabaikan.
Perhatikan bagian kulit yang berubah warna apakah ada pembengkakan atau kulit terasa lebih tebal. Penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk iritasi dan peradangan.
Bercak merah atau gelap memang belum tentu menjadi tanda kanker payudara. Namun, jika perubahan tersebut muncul tanpa sebab yang jelas, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Penjelasan National Cancer Institute tentang gejala kanker payudara juga mencantumkan perubahan kulit, termasuk kemerahan dan pembengkakan, sebagai kondisi yang perlu mendapat perhatian.
Perubahan lain yang perlu diperhatikan adalah permukaan kulit payudara yang tampak tertarik ke dalam atau membentuk lekukan. Pada beberapa kondisi, kulit juga bisa terlihat memiliki cekungan kecil yang menyerupai tekstur kulit jeruk.
Perhatikan apakah tekstur tersebut baru muncul atau memang sudah menjadi kondisi kulit sebelumnya. Jika disertai pembengkakan, kemerahan, atau perubahan bentuk payudara, pemeriksaan semakin penting dilakukan.
Menurut American Cancer Society, perubahan kulit berupa lekukan atau tekstur menyerupai kulit jeruk termasuk tanda yang perlu diperiksakan. Perubahan ini bisa muncul tanpa benjolan yang mudah diraba. Karena itu, jangan menunggu adanya benjolan sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Payudara kanan dan kiri tidak harus memiliki ukuran atau bentuk yang sama persis. Perbedaan alami tersebut cukup umum. Yang perlu diperhatikan justru ketika muncul perubahan baru dibandingkan kondisi payudara biasanya.
Ukuran dan bentuk payudara juga bisa dipengaruhi perubahan hormon, termasuk selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menyusui. Meski demikian, penyebab perubahan baru tidak dapat dipastikan hanya dari tampilannya.
American Cancer Society juga menyebutkan perubahan ukuran atau bentuk payudara sebagai salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Jika perubahan terasa tidak biasa, sebaiknya periksakan untuk mengetahui penyebabnya.
Setelah mengetahui empat perubahan tersebut, langkah berikutnya adalah membiasakan diri mengenali kondisi payudara. Salah satu caranya melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri atau SADARI.
SADARI dilakukan dengan memperhatikan tampilan payudara serta meraba jaringan payudara dan area ketiak. Tujuannya agar Anda lebih mengenali kondisi yang biasa terlihat dan terasa, sehingga perubahan baru lebih mudah disadari.
Perhatikan kulit, bentuk payudara, dan bagian yang terasa berbeda ketika diraba. Anda tidak perlu mencoba menentukan sendiri apakah perubahan tersebut jinak atau ganas. Jika menemukan kelainan, langkah yang tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Mengacu pada panduan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, SADARI dapat dilakukan pada hari ke-7 sampai ke-10, dihitung sejak hari pertama menstruasi. Bagi perempuan yang sudah menopause, pemeriksaan dapat dijadwalkan pada tanggal yang sama setiap bulan.
Namun, jika perubahan terasa di luar jadwal rutin, sebaiknya segera berkonsultasi tanpa menunggu SADARI berikutnya. Meskipun SADARI membantu mengenali kondisi payudara lebih awal, langkah ini tidak menggantikan pemeriksaan klinis atau skrining medis dari tenaga kesehatan.
Jika menemukan benjolan, perubahan warna, tekstur kulit, atau bentuk payudara yang berbeda dari biasanya, siapkan informasi sederhana agar keluhan lebih mudah dijelaskan saat pemeriksaan:
Pemeriksaan biasanya dimulai dengan menanyakan keluhan dan memeriksa kondisi payudara secara langsung. Tidak semua orang membutuhkan jenis pemeriksaan lanjutan yang sama.
Kementerian Kesehatan RI juga menganjurkan perempuan yang menemukan kelainan saat SADARI untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Untuk membantu menyiapkan konsultasi, Anda dapat menggunakan tabel berikut sebagai panduan mencatat perubahan.
|
Perubahan yang Ditemukan |
Informasi yang Perlu Dicatat |
|
Benjolan atau penebalan |
Lokasi, kapan diketahui, dan keluhan yang menyertai |
|
Perubahan warna kulit |
Area perubahan, waktu muncul, dan apakah meluas |
|
Lekukan atau tekstur kulit berubah |
Lokasi dan perubahan lain yang menyertai |
|
Bentuk atau ukuran berubah |
Perbedaannya dari kondisi biasanya dan kapan mulai terlihat |
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat menemukan perubahan pada payudara.
Tidak. Banyak benjolan payudara disebabkan oleh kondisi nonkanker, seperti kista. Namun, penyebab benjolan baru tetap perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Tidak. Perbedaan ukuran antara payudara kanan dan kiri bisa terjadi secara alami. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan baru dari bentuk atau ukuran biasanya.
Ya. Tidak adanya rasa sakit bukan berarti perubahan tersebut pasti aman. Benjolan atau perubahan baru pada kulit dan bentuk payudara tetap perlu dinilai tenaga kesehatan.
Belum. SADARI membantu mengenali perubahan pada payudara, tetapi tidak dapat memastikan ada atau tidaknya kanker. Pemeriksaan dokter dan skrining sesuai usia serta faktor risiko tetap diperlukan.
Benjolan baru, perubahan warna kulit, kulit berlekuk seperti kulit jeruk, serta perubahan bentuk atau ukuran adalah empat perubahan payudara yang perlu diperhatikan. Perubahan ini tidak selalu berarti kanker, tetapi hanya pemeriksaan tenaga kesehatan yang bisa memastikan penyebabnya.
Jika Anda menemukan salah satunya, catat kapan mulai terlihat dan segera datang ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit, meski tidak terasa sakit. Jika belum ada keluhan, biasakan SADARI setiap bulan pada hari ke-7 sampai ke-10 setelah hari pertama menstruasi.
Jadikan Pink Month sebagai sebagai momen untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara. Melalui semangat PURA for Her, PURA mengajak para wanita untuk mulai mengenali kondisi tubuh sendiri, melakukan SADARI secara rutin, dan memeriksakan perubahan yang ditemukan kepada tenaga kesehatan.
Lengkapi kebiasaan sehari-hari dengan pola makan bergizi seimbang dan pilihan bahan makanan yang sesuai kebutuhan, termasuk menggunakan PURA Kecap Manis sebagai pelengkap rasa masakan.
WhatsApp: +62817-5788-899
Email: [email protected]
Instagram: @puraindonesia
Referensi: