Contoh makanan ultra processed dapat muncul dalam beberapa komponen sekaligus dalam satu menu, seperti:
|
Menu yang Terlihat Sehat |
Komponen yang Perlu Diperiksa |
Mengapa Bisa Didominasi Ultra-Processed Food? |
Perbaikan Pertama |
|
Sereal sarapan dengan susu rasa buah |
Sereal manis, susu berperisa, topping kemasan |
Sebagian besar menu dapat berupa formulasi siap konsumsi, sedangkan buah utuh atau protein hanya sedikit |
Pertahankan satu produk, lalu tambahkan buah utuh dan sumber protein yang jelas |
|
Bekal nugget dengan nasi dan sedikit sayur |
Nugget, sosis, saus kemasan, minuman kotak |
Sayuran hanya menjadi pelengkap, sedangkan lauk dan minuman bergantung pada produk olahan |
Ganti salah satu lauk dengan telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe |
|
Yogurt rasa buah dengan granola bar |
Yogurt berperisa, granola kemasan, energy bar, minuman buah |
Klaim buah, protein, atau serat belum menunjukkan tingkat pengolahannya |
Periksa komposisi dan padukan yogurt plain dengan buah atau kacang |
|
Salad dengan daging olahan dan dressing kemasan |
Sosis, smoked meat, crouton, keju olahan, dressing |
Sayuran segar dapat disertai banyak topping dan saus ultra-proses |
Pertahankan sayuran, lalu ganti protein atau buat dressing sederhana |
|
Mi instan dengan bakso, sosis, dan sayuran |
Mi instan, bumbu, bakso, sosis, saus |
Penambahan sayuran tidak otomatis mengubah dominasi komponen ultra-proses |
Ganti satu komponen utama dengan bahan pangan utuh |
Contoh di atas tidak berarti seluruh sereal, yogurt, nugget, saus, atau makanan kemasan otomatis termasuk ultra-processed food (UPF). Komposisi dan proses pembuatan antarproduk dapat berbeda sehingga daftar bahan pada masing-masing kemasan tetap perlu diperiksa.
Menu yang terlihat sehat belum tentu sebagian besar tersusun dari bahan pangan utuh. Buah, sayuran, atau klaim seperti “tinggi protein” dapat hadir dalam satu menu, sementara makanan pokok, lauk, minuman, dan pelengkapnya masih banyak berasal dari produk ultra-proses. Artikel ini akan membedah lima contoh menu sehari-hari, menunjukkan bagian yang perlu diperiksa, serta cara memperbaikinya secara bertahap.
Istilah “didominasi” dalam artikel ini juga bukan batas persentase medis. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan menu ketika beberapa komponen utamanya lebih banyak bergantung pada produk ultra-proses, sementara bahan pangan utuh hanya menjadi bagian kecil.
Apabila menu yang didominasi UPF dikonsumsi terlalu sering, UPF dapat mengambil porsi besar dalam pola makan dan menggantikan bahan pangan utuh yang lebih beragam. Konsumsi UPF yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan masalah kesehatan lainnya.
Sereal dengan gambar biji-bijian dan buah dapat terlihat sebagai sarapan sehat, tetapi tampilannya belum cukup untuk menentukan tingkat pengolahan seluruh menu. Periksa sereal, susu, topping, dan produk pendamping secara terpisah.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Perbaikannya tidak harus langsung mengganti seluruh sarapan. Pertahankan sereal yang biasa dikonsumsi, misalnya, tetapi gunakan susu plain dan tambahkan buah utuh. Pada tahap berikutnya, sebagian sereal dapat diganti dengan oatmeal atau bahan pangan lain dan dilengkapi telur atau sumber protein yang sesuai.
Keberadaan nasi dan beberapa potong sayur tidak otomatis membuat keseluruhan bekal didominasi makanan minim proses. Perhatikan pula lauk, saus, minuman, dan camilan yang menyertainya.
Audit sederhana dapat dilakukan dengan memeriksa:
Jika lauk, saus, minuman, dan camilan sama-sama berupa produk siap konsumsi, mulailah dengan mengganti satu bagian. Nugget dapat bergantian dengan telur, ayam suwir, ikan, tahu, atau tempe, sedangkan minuman manis dapat diganti air putih dan buah utuh dijadikan camilan.
Istilah seperti “yogurt”, “granola”, “buah”, “tinggi protein”, atau “tinggi serat” menggambarkan karakter atau kandungan tertentu, tetapi tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu produk diproses minimal.
Saat memilih kombinasi tersebut, periksa:
Alternatif sederhana adalah memadukan yogurt plain dengan potongan buah, oatmeal, atau kacang-kacangan yang sesuai kebutuhan. Tidak semua komponen harus diganti dalam satu waktu.

Salad dapat menyediakan banyak sayuran, tetapi keseluruhan komposisinya tetap perlu dilihat. Protein, dressing, keju, crouton, dan topping dapat mengubah susunan menu apabila sebagian besar berasal dari produk ultra-proses.
Periksa terutama sosis atau smoked meat, keju olahan, topping berperisa, dressing kemasan, serta beberapa saus yang digunakan bersamaan.
Untuk memperbaikinya, pertahankan sayuran sebagai dasar lalu ubah satu bagian. Gunakan telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau kacang sebagai sumber protein, atau buat dressing sederhana dari minyak, jeruk, rempah, dan bumbu. Tidak semua dressing kemasan otomatis tergolong UPF karena komposisinya tetap perlu diperiksa satu per satu.
Menambahkan telur dan sayuran dapat menambah variasi bahan dalam mi instan, tetapi tidak otomatis mengubah karakter produk utama. Periksa apakah mi, bumbu, lauk, dan saus tambahannya sama-sama berasal dari produk ultra-proses.
Mulailah dengan mengevaluasi mi serta bumbu dalam kemasan, bakso atau sosis tambahan, saus, variasi sayuran, dan seberapa sering kombinasi tersebut dikonsumsi sebagai menu utama.
Perubahan dapat dilakukan satu per satu. Pertahankan mi tetapi ganti sosis dengan telur, ayam, tahu, atau tempe dan tambahkan sayuran sebagai komponen nyata. Pada kesempatan lain, makanan pokoknya dapat diganti dengan bahan yang lebih sedikit diproses.
Setelah melihat lima contoh tersebut, pola yang sama dapat digunakan untuk mengaudit menu lain. Jangan hanya mencari satu contoh makanan UPF, tetapi lihat bagaimana seluruh komponen saling terkumpul dalam satu kali makan.
Beberapa tanda yang perlu diperiksa adalah:
Semakin banyak bagian menu yang bergantung pada produk tersebut, semakin penting untuk memeriksa komposisinya dan menentukan komponen mana yang dapat diperbaiki terlebih dahulu.
Satu produk ultra-proses dalam satu kali makan tidak otomatis membuat keseluruhan pola makan seseorang buruk. Perhatian lebih diperlukan ketika makanan pokok, lauk, camilan, minuman, dan pelengkap banyak bergantung pada UPF dan pola tersebut terjadi berulang.
Umbrella review yang dipublikasikan The BMJ pada 2024 menganalisis 45 pooled analyses dengan hampir 9,9 juta partisipan. Paparan UPF yang lebih tinggi ditemukan berhubungan dengan risiko lebih tinggi pada 32 dari 45 parameter kesehatan yang dianalisis, dengan kekuatan bukti yang berbeda-beda antar hasil, termasuk pada obesitas, diabetes tipe 2, dan sejumlah luaran kardiovaskular.
WHO juga menyatakan bahwa bukti yang terus berkembang menunjukkan pola makan tinggi UPF dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit tidak menular dan dampak kesehatan negatif lainnya.
|
Pola dalam Menu |
Risiko yang Perlu Diperhatikan |
Perbaikan Pertama |
|
Nugget + saus + minuman kotak + biskuit |
Beberapa produk siap konsumsi terkumpul sekaligus |
Ganti minuman atau lauk terlebih dahulu |
|
Sereal manis + susu rasa + topping manis |
Beberapa sumber rasa manis dikombinasikan |
Ganti salah satu dengan produk plain atau buah |
|
Mi instan + sosis + bakso |
Makanan pokok dan lauk sama-sama banyak diproses |
Ganti salah satu lauk dengan bahan pangan utuh |
|
Salad + daging olahan + dressing + crouton |
Sayuran disertai beberapa produk olahan |
Ganti protein atau dressing |
Penting untuk dipahami risiko tetap perlu dilihat berdasarkan frekuensi, jumlah, jenis produk, dan pola makan secara keseluruhan, bukan berdasarkan satu makanan saja.
Kemasan bergambar buah, warna hijau, atau klaim “alami” tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan tingkat pengolahan. Sebaliknya, makanan yang dibekukan atau dikemas juga tidak otomatis termasuk ultra-processed food.
Saat membaca label, periksa:
Sebagai panduan mengenai cara membaca komposisi dan informasi nilai gizi ketika memilih produk kemasan baca artikel tentang Manfaat dan Cara Baca Tabel Nutrisi

Tidak perlu langsung mengeluarkan seluruh makanan kemasan dari dapur. Perubahan lebih mudah diterapkan ketika dimulai dari komponen yang paling sering muncul dalam menu.
Urutannya dapat dilakukan dengan:
Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu ketika menemukan produk yang sulit dikategorikan hanya dari nama atau tampilannya.
Banyak produk dapat tergolong ultra-proses, tetapi jangan mengategorikan seluruh nugget atau sosis hanya berdasarkan nama produknya. Periksa komposisi dan proses pembentukannya.
Tidak. Sayuran tetap bermanfaat sebagai bagian menu, tetapi makanan pokok, lauk, minuman, saus, camilan, dan keseluruhan pola konsumsi juga perlu diperhatikan.
Tidak. Klaim kandungan gizi dan tingkat pengolahan merupakan dua hal berbeda. Produk tetap perlu diperiksa berdasarkan bahan dan proses pembentukannya.
Tidak dapat digeneralisasi. Daftar komposisi dan cara produk dibuat perlu diperiksa sebelum menentukan kategorinya.
Tidak harus dilakukan sekaligus. Prioritaskan perbaikan pada komponen yang paling banyak dan paling sering dikonsumsi, kemudian tingkatkan penggunaan bahan pangan utuh secara bertahap.
Menu yang terlihat sehat sebaiknya dinilai secara utuh, bukan hanya dari adanya buah, sayuran, atau klaim gizi pada satu produk. Periksa makanan pokok, lauk, minuman, saus, topping, dan camilan untuk mengetahui bagian mana yang paling banyak bergantung pada produk ultra-proses.
Karena konsumsi UPF yang tinggi dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, mulailah memperbaiki komponen yang paling dominan dan sering dikonsumsi. Satu perubahan yang dapat dipertahankan akan lebih realistis daripada mengganti seluruh menu sekaligus.
Membangun menu dari bahan pangan utuh dapat dilengkapi dengan bumbu yang dipilih berdasarkan fungsi dan komposisinya. PURA Kecap Manis dapat menjadi salah satu pilihan bumbu untuk lauk keluarga dengan daftar bahan yang dapat diperiksa sebelum digunakan. Dengan lebih teliti membaca komposisi setiap produk PURA yang digunakan, keluarga dapat menyesuaikan bumbu dengan bahan utama dan kebutuhan menu sehari-hari.
WhatsApp: +62817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia