Takaran kaldu untuk masakan tidak bisa disamakan karena setiap jenis masakan memiliki jumlah cairan, daya serap bahan, dan proses pemasakan yang berbeda. Karena itu, kaldu sebaiknya ditambahkan secara bertahap dan selalu disesuaikan dengan kondisi akhir masakan.
Banyak masakan yang terasa terlalu kuat atau justru hambar bukan karena kualitas kaldunya, melainkan karena takarannya tidak disesuaikan dengan jenis masakan. Nasi goreng yang diberi kaldu sebanyak porsi sup akan terasa berat dan terlalu gurih. Sebaliknya, sup yang hanya diberi kaldu sekejap tanpa mempertimbangkan volume kuah akan terasa hambar meski sudah terasa gurih di awal.
Artikel ini membahas pengaruh jumlah cairan terhadap kekuatan rasa kaldu, cara menggunakan kaldu sesuai jenis masakan, waktu terbaik menambahkan kaldu, cara memperhitungkan bumbu lain, dan langkah mengoreksi masakan jika terlalu banyak kaldu.
Semakin sedikit cairan dalam masakan, semakin cepat rasa kaldu terasa kuat. Ini adalah prinsip dasar yang perlu dipahami sebelum menentukan takaran. Kaldu tidak larut di udara, ia larut di dalam cairan. Ketika cairan sedikit, konsentrasi rasa akan lebih tinggi meskipun jumlah kaldu yang digunakan sama. Konsentrasi rasa dalam masakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah bumbu, tetapi juga oleh volume cairan tempat bumbu tersebut larut.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menunjukkan bahwa senyawa umami seperti glutamat bekerja lebih efektif dalam meningkatkan persepsi rasa gurih ketika digunakan dalam jumlah yang tepat sesuai volume hidangan, bukan sekadar ditambahkan sebanyak-banyaknya. (Yamaguchi & Ninomiya, 2000)
Nasi goreng dimasak dengan panas tinggi dan hampir tanpa kuah. Ketika kaldu ditambahkan, ia langsung menempel pada permukaan nasi dan bahan lain tanpa ada cairan untuk melarutkan dan mendistribusikannya.
Akibatnya, jumlah kecil saja sudah cukup terasa, bahkan setengah sendok teh pun dapat membuat rasa menjadi terlalu kuat jika tidak diaduk merata.
Cairan pada tumisan bisa berasal dari saus yang ditambahkan, air sedikit yang dituang, atau dari bahan-bahan seperti sayuran, jamur, dan tahu yang mengeluarkan air saat terkena panas.
Cairan ini terbatas dan cepat menguap, sehingga rasa kaldu dapat berubah menjadi lebih pekat sebelum masakan selesai.
Pada sup atau masakan berkuah, kaldu harus tersebar di dalam volume air yang banyak. Namun volume kuah dapat berubah selama proses memasak karena penguapan. Takaran kaldu untuk sup tidak hanya ditentukan oleh jumlah bahan, tetapi juga oleh berapa banyak kuah yang tersisa saat masakan siap disajikan.
Setiap jenis masakan memiliki karakter cairan yang berbeda sehingga cara menggunakan kaldu pun perlu disesuaikan. Tabel berikut merangkum perbedaan tersebut secara praktis.
|
Jenis Masakan |
Kondisi Cairan |
Cara Menggunakan Kaldu |
Risiko jika Terlalu Banyak |
|
Nasi goreng |
Hampir tidak berkuah |
Taburkan sedikit dan aduk hingga merata |
Rasa terlalu kuat dan terkumpul pada bagian tertentu |
|
Tumisan kering |
Menggunakan sangat sedikit cairan |
Larutkan dengan sedikit air atau campurkan bersama saus |
Rasa cepat pekat saat cairan menyusut |
|
Tumisan berkuah |
Memiliki sedikit kuah |
Masukkan bersama cairan, lalu koreksi menjelang matang |
Kuah terasa terlalu asin atau berat |
|
Sup bening |
Menggunakan banyak air |
Tambahkan bertahap setelah bahan mulai mengeluarkan rasa |
Kuah kehilangan rasa alami bahan |
|
Semur atau masakan bersaus |
Cairan akan menyusut selama dimasak |
Mulai dengan takaran ringan |
Rasa kaldu semakin kuat saat saus mengental |
|
Bubur atau nasi tim |
Cairan diserap oleh beras |
Campurkan kaldu ke dalam cairan dasar |
Rasa menjadi terlalu pekat setelah bubur mengental |
Nasi goreng adalah masakan minim cairan. Kaldu tidak memiliki banyak ruang untuk larut dan menyebar, sehingga penggunaannya harus lebih ringan dibanding masakan berkuah.
Takaran kaldu mengikuti banyaknya nasi, bukan ukuran wajan atau banyaknya minyak. Sebagai panduan praktis, untuk 2 porsi nasi goreng sekitar 300–400 gram nasi, cukup mulai dengan menambahkan ¼ hingga ½ sendok teh kaldu seperti PURA Kaldu Ayam Kampung..
Kecap asin, kecap manis, saus tiram, sambal botolan, dan bahan olahan lain sudah menyumbang rasa gurih dan asin. Semakin banyak bumbu cair yang digunakan, semakin sedikit kaldu yang dibutuhkan.
Jika menggunakan kecap manis, pastikan untuk membaca labelnya, kecap manis dengan bahan yang lebih alami cenderung memberikan rasa yang lebih seimbang tanpa rasa aftertaste yang berat.
Kaldu sebaiknya ditambahkan sambil nasi terus diaduk dengan cepat. Jangan tuangkan pada satu titik karena akan membuat bagian itu terasa terlalu kuat sementara bagian lain terasa hambar.
Nasi yang masih menggumpal tidak bisa menyerap bumbu secara merata. Urai nasi terlebih dahulu sebelum menambahkan kaldu agar setiap butiran nasi bisa dilapisi bumbu secara merata.
Kaldu yang langsung ditaburkan terkadang menempel hanya pada bagian nasi tertentu, terutama jika nasi dalam kondisi kering. Sedikit air dapat digunakan untuk membantu penyebaran tanpa membuat nasi menjadi lembek.
Gunakan langkah berikut:
Satu hingga dua sendok makan sudah cukup. Terlalu banyak air akan membuat tekstur nasi menjadi lembek dan menghilangkan sensasi nasi goreng yang kering dan bertekstur.
Nasi yang sudah terurai memiliki lebih banyak permukaan yang bisa menyerap bumbu. Menunggu nasi terurai sebelum menambahkan kaldu membantu bumbu menjangkau lebih banyak bagian secara merata.
Sayuran, jamur, tahu, ayam, dan bahan lain dapat mengeluarkan air selama dimasak. Cairan tersebut akan memengaruhi kekuatan rasa kaldu karena mengubah konsentrasi bumbu di dalam wajan.
Sawi, kol, jamur, tomat, dan beberapa sayuran lain mengandung banyak air. Saat terkena panas, air tersebut keluar dan membuat tumisan menjadi lebih berair. Rasa kaldu yang terasa pas di awal bisa menjadi lebih ringan setelah cairan dari sayuran keluar, atau sebaliknya menjadi lebih kuat setelah cairan itu menguap.
Pada tumisan kering, cairan menguap dengan cepat. Rasa kaldu yang awalnya terasa ringan bisa berubah menjadi sangat pekat dalam hitungan menit. Mulai dengan takaran yang lebih ringan dan evaluasi menjelang matang.
Untuk tumisan dengan sedikit kuah, larutkan kaldu dengan air sebelum dituang ke wajan. Cara ini membantu rasa menyebar merata ke seluruh bahan daripada hanya menempel pada satu bagian.
Waktu penambahan kaldu menentukan seberapa merata rasa tersebar dan seberapa kuat rasa akhirnya. Tabel berikut memandu kapan sebaiknya kaldu ditambahkan.
|
Tahap Memasak |
Kondisi Tumisan |
Cara Menambahkan Kaldu |
|
Setelah menumis bawang |
Aroma dasar sudah terbentuk |
Belum perlu menambahkan banyak kaldu |
|
Setelah protein mulai matang |
Bahan mulai mengeluarkan sari |
Tambahkan kaldu ringan bersama sedikit cairan |
|
Setelah sayuran masuk |
Volume dan cairan masakan mulai terlihat |
Evaluasi apakah kaldu masih diperlukan |
|
Saat saus mulai menyusut |
Rasa mulai terkonsentrasi |
Hindari menambahkan kaldu terlalu banyak |
|
Menjelang matang |
Tekstur dan volume akhir sudah terlihat |
Cicipi dan lakukan koreksi terakhir |
Rasa yang tampak ringan di awal memasak belum tentu tetap ringan saat matang. Tunggu sampai sayuran mulai layu dan mengeluarkan cairannya sebelum menentukan apakah perlu menambah kaldu lagi.
Kaldu lebih mudah tersebar jika dicampurkan dengan sedikit air, saus, atau sari bahan yang sudah keluar. Jangan taburkan langsung di atas bahan padat karena akan menempel tidak merata.

Sup dan masakan berkuah menggunakan cairan sebagai bagian utama hidangan, bukan sekadar media memasak. Karena itu, takaran kaldu harus dievaluasi berdasarkan volume kuah yang akan disajikan, bukan volume air yang dituang di awal.
Ayam, daging, jamur, ikan, dan sayuran akan mengeluarkan rasa alami selama direbus. Kaldu yang ditambahkan terlalu banyak di awal akan bersaing dengan rasa alami bahan dan membuat kuah terasa berat. Mulai dengan takaran ringan, lalu biarkan bahan berbicara terlebih dahulu.
Sari alami bahan keluar secara bertahap selama proses perebusan. Koreksi rasa sebaiknya dilakukan setelah bahan utama mulai matang, bukan di awal. Kuah yang terlalu gurih sebelum sari bahan keluar hampir pasti akan menjadi terlalu kuat di akhir.
Kuah yang direbus dalam waktu lama akan berkurang volumenya akibat penguapan. Rasa kaldu di dalamnya menjadi lebih terkonsentrasi. Semakin lama waktu memasaknya, semakin sedikit kaldu yang perlu ditambahkan di awal.
Jika kuah terasa kurang banyak tetapi rasanya sudah cukup kuat, tambahkan air terlebih dahulu dan tunggu sebentar. Setelah air tercampur dan rasa merata, evaluasi kembali apakah kaldu tambahan benar-benar diperlukan.
Kaldu yang dimasukkan terlalu awal akan terus menguat seiring masakan dimasak. Sebaliknya, kaldu yang dimasukkan terlalu akhir mungkin tidak tersebar dengan baik karena tidak ada waktu cukup untuk larut dan meresap ke bahan.
|
Jenis Masakan |
Waktu Penambahan yang Disarankan |
Alasannya |
|
Nasi goreng |
Setelah nasi terurai dan bahan utama tercampur |
Kaldu lebih mudah tersebar pada seluruh nasi |
|
Tumisan kering |
Setelah bahan utama mulai matang |
Jumlah cairan akhir mulai dapat diperkirakan |
|
Tumisan berkuah |
Bersama cairan tambahan |
Kaldu dapat larut dan menyebar merata |
|
Sup |
Setelah bahan mulai mengeluarkan rasa |
Takaran dapat disesuaikan dengan rasa alami bahan |
|
Semur |
Ringan di awal, dikoreksi menjelang matang |
Saus akan menyusut selama proses memasak |
|
Bubur |
Dicampurkan ke cairan dasar dengan rasa ringan |
Cairan akan menyusut dan terserap oleh beras |
Untuk referensi tambahan tentang waktu ideal memasukkan bumbu, waktu terbaik menambahkan garam pada masakan memberikan prinsip yang serupa dan dapat diterapkan bersamaan dengan penggunaan kaldu.
Kaldu bukan satu-satunya sumber rasa gurih atau asin dalam masakan. Banyak bumbu dan bahan lain yang sudah menyumbang rasa sebelum kaldu ditambahkan.
Nasi goreng dan tumisan sering menggunakan lebih dari satu bumbu cair — kecap asin, kecap manis, saus tiram, dan bumbu cair lain semuanya berkontribusi pada rasa asin dan gurih. Semakin banyak bumbu cair yang digunakan, semakin sedikit kaldu yang diperlukan.
Pasta berkuah, sup krim, atau tumisan tertentu dapat memperoleh rasa gurih alami dari keju, miso, atau bahan fermentasi lainnya. Rasa umami dari bahan-bahan ini dapat mengurangi kebutuhan kaldu secara signifikan.
Tambahkan garam hanya setelah rasa kaldu dan seluruh bumbu lain sudah dievaluasi. Ketahui lebih lanjut tentang Teknik seasoning agar masakan seimbang yang menjelaskan bagaimana urutan penambahan bumbu dapat memengaruhi hasil akhir rasa.
Berikut merupakan panduan untuk menentukan kebutuhan kaldu pada jenis makanan yang ideal.
|
Kondisi Masakan |
Kebutuhan Kaldu |
Langkah yang Disarankan |
|
Masakan kering dengan banyak bumbu |
Sangat ringan |
Tambahkan sedikit, lalu aduk hingga merata |
|
Masakan kering dengan bahan netral |
Ringan |
Gunakan bertahap berdasarkan jumlah bahan |
|
Tumisan dengan sayuran berair |
Tunggu hingga cairan keluar |
Koreksi rasa setelah sayuran mulai matang |
|
Tumisan dengan saus asin |
Kurangi kaldu |
Cicipi setelah saus tercampur |
|
Sup dengan daging atau ayam |
Mulai ringan |
Tunggu sari bahan keluar sebelum menambah |
|
Sup sayuran ringan |
Dapat ditambahkan bertahap |
Sesuaikan dengan volume kuah |
|
Saus yang akan disusutkan |
Gunakan lebih sedikit |
Ingat bahwa rasa akan semakin pekat |
|
Masakan yang akan disimpan |
Jangan terlalu kuat |
Bumbu dapat terus meresap dan terasa lebih pekat |
Jika masakan sudah terlalu kuat rasanya, solusi terbaik adalah mengencerkan konsentrasi kaldu, bukan menutupinya dengan bumbu lain. Pendekatan yang tepat berbeda-beda tergantung jenis masakan.
|
Jenis Masakan |
Cara Mengoreksi |
|
Nasi goreng |
Tambahkan nasi putih, sayuran, telur, atau bahan tanpa bumbu |
|
Tumisan kering |
Tambahkan bahan utama atau sedikit air jika tekstur memungkinkan |
|
Tumisan berkuah |
Tambahkan air dan bahan netral, kemudian masak sebentar |
|
Sup |
Tambahkan air serta sayuran atau bahan utama tanpa bumbu |
|
Semur atau saus |
Tambahkan cairan dan bahan utama, lalu seimbangkan kembali |
|
Bubur |
Tambahkan bubur atau air panas tanpa bumbu, kemudian aduk merata |
Gula hanya menutupi sebagian rasa asin atau gurih, bukan menetralisasinya. Masakan justru bisa berakhir dengan dua masalah sekaligus — terlalu kuat sekaligus terlalu manis.
Nasi, air, sayuran tanpa bumbu, tahu, atau kentang rebus dapat membantu membagi konsentrasi kaldu ke volume yang lebih besar. Tambahkan sedikit demi sedikit sambil terus dicicip.
Setelah menambahkan cairan atau bahan, beri waktu sebentar agar rasa menyatu sebelum mencicipi dan melakukan koreksi berikutnya. Mencicipi terlalu cepat setelah penambahan bahan bisa memberikan hasil yang tidak akurat.
Agar rasa masakan tetap seimbang, penggunaan kaldu sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak langsung dalam jumlah banyak.
Untuk memahami lebih jauh mengapa kaldu alami bisa terasa cukup gurih meski dipakai lebih sedikit,baca artikel berjudul kenapa rasa kaldu alami cukup dipakai sedikit tapi rasanya tetap nendang yang menjelaskan alasan di baliknya.

Beberapa kesalahan kecil saat menambahkan kaldu bisa membuat rasa masakan menjadi terlalu kuat, terlalu asin, atau kurang seimbang.
Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering muncul saat menggunakan kaldu untuk berbagai jenis masakan beserta jawabannya.
Umumnya iya. Nasi goreng hampir tidak memiliki cairan sehingga kaldu langsung menempel pada nasi dan rasanya lebih cepat terasa kuat. Sup memiliki volume kuah yang besar sehingga kaldu perlu lebih banyak, tetapi tetap ditambahkan secara bertahap.
Tambahkan setelah nasi terurai dan bahan utama mulai tercampur. Pada tahap ini kaldu lebih mudah tersebar secara merata ke seluruh bagian nasi.
Cairan pada tumisan menyusut selama proses memasak. Rasa kaldu yang awalnya terasa ringan berubah menjadi lebih pekat karena konsentrasinya meningkat seiring berkurangnya cairan.
Tambahkan secara ringan pada awal proses, lalu koreksi setelah ayam, daging, jamur, atau sayuran mulai mengeluarkan rasa alaminya. Jangan langsung membuat kuah terlalu kuat sebelum sari bahan keluar.
Tergantung pada jumlah kaldu yang digunakan dan bumbu lain dalam masakan. Selalu cicipi menjelang matang sebelum memutuskan apakah garam perlu ditambahkan.
Larutkan kaldu menggunakan satu hingga dua sendok makan air terlebih dahulu, lalu tuangkan ke sisi wajan dan segera aduk bersama nasi agar tersebar merata.
Tambahkan air dan bahan utama tanpa bumbu secara bertahap. Masak sebentar agar rasa menyatu, lalu cicipi kembali sebelum memutuskan apakah perlu koreksi lebih lanjut.
Takaran kaldu yang tepat bukan soal jumlah pasti, melainkan soal membaca kondisi masakan. Jika masakan hampir tidak berkuah seperti nasi goreng, gunakan kaldu sangat ringan dan larutkan terlebih dahulu. Jika masakan menggunakan sayuran berair atau banyak saus, tunggu cairan keluar sebelum menentukan takaran. Jika memasak sup atau masakan berkuah, mulai dengan rasa ringan dan koreksi berdasarkan volume akhir serta penyusutan kuah.
Semakin banyak bumbu lain yang digunakan, semakin sedikit kaldu yang dibutuhkan. Namun yang terpenting adalah mencicipi selalu menjelang matang.
Untuk mendapatkan rasa gurih yang pas, pilih kaldu yang sesuai dengan jenis masakan dan karakter bahan yang digunakan. PURA hadir dalam varian PURA Kaldu Ayam Kampung, PURA Kaldu Sapi, PURA Kaldu Salmon, dan PURA Kaldu Jamur yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan masak harian, mulai dari nasi goreng, tumisan, sup, semur, hingga menu anak.
Pilihlah PURA Kaldu untuk rasa gurih masakan yang bisa terasa lebih seimbang tanpa perlu menambahkan terlalu banyak bumbu.
WhatsApp: +62817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia