Saat berpuasa, banyak orang merasa cepat haus meskipun sudah minum cukup air saat sahur dan berbuka. Rasa haus ini sering dianggap wajar karena tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam. Namun, ada satu faktor penting yang sering luput dari perhatian: konsumsi garam dalam menu sehari-hari.
Secara ilmiah, garam tidak hanya berfungsi sebagai pemberi rasa, tetapi juga memiliki peran besar dalam mengatur keseimbangan cairan tubuh. Cara kita menggunakan garam saat sahur dan berbuka sangat memengaruhi bagaimana tubuh mempertahankan cairan selama puasa. Inilah sebabnya mengapa penggunaan garam yang tepat saat puasa menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Garam mengandung natrium, mineral utama yang berperan dalam mengatur distribusi cairan di dalam dan di luar sel tubuh. Natrium membantu menjaga tekanan osmotik, mengatur volume darah, serta keseimbangan elektrolit.
Dalam kondisi normal, tubuh menyeimbangkan kadar natrium melalui mekanisme haus dan pengeluaran cairan (urin dan keringat). Namun saat puasa, asupan cairan dibatasi, sehingga keseimbangan ini menjadi lebih sensitif. Ketika kadar natrium meningkat akibat konsumsi garam, tubuh akan otomatis mencari cara untuk menyeimbangkannya — salah satunya dengan memicu rasa haus.
Saat kadar natrium dalam darah meningkat, otak akan mengaktifkan pusat haus di hipotalamus. Ini adalah mekanisme alami tubuh untuk mengencerkan natrium dengan cara meningkatkan keinginan minum.
Artinya, semakin tinggi asupan garam, semakin besar sinyal haus yang muncul. Inilah sebabnya makanan asin, gurih berlebihan, atau tinggi natrium saat sahur sering membuat seseorang merasa:
Secara biologis, ini bukan karena kurang minum saja, tetapi karena tubuh sedang berusaha menyeimbangkan kadar natrium.

Pada hari biasa, ketika kita mengonsumsi makanan asin, tubuh bisa langsung mengimbanginya dengan minum air kapan saja. Namun saat puasa, mekanisme ini tidak bisa berjalan normal karena tidak ada asupan cairan selama 12–14 jam atau lebih.
Akibatnya:
Inilah yang membuat efek konsumsi garam saat puasa terasa jauh lebih kuat dibanding hari biasa.
Waktu makan saat puasa sangat terbatas, sehingga respons tubuh terhadap garam juga berbeda:
Saat sahur:
Jika konsumsi garam tinggi, tubuh akan membawa beban natrium tersebut sepanjang hari tanpa kesempatan menyeimbangkannya dengan cairan. Ini membuat rasa haus muncul lebih cepat dan lebih berat saat siang hari.
Saat berbuka:
Tubuh baru mulai mengisi kembali cairan. Jika langsung mengonsumsi makanan tinggi garam, proses rehidrasi menjadi kurang optimal karena natrium kembali menarik cairan dari sel.
Artinya, penggunaan garam tidak bisa disamakan antara sahur dan buka, karena kondisi metabolisme dan hidrasi tubuh berbeda.
Mengontrol konsumsi garam bukan berarti menghilangkan rasa gurih, tetapi menyeimbangkannya secara lebih bijak. Dengan penggunaan garam yang lebih terukur, tubuh bisa:
Tips sederhana mengurangi haus saat puasa:
Rasa haus saat puasa bukan hanya soal kurang minum, tetapi juga soal bagaimana tubuh mengelola natrium dari konsumsi garam. Garam yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh, memicu rasa haus lebih cepat, dan membuat puasa terasa lebih berat.
Dengan penggunaan garam yang tepat saat puasa, tubuh dapat beradaptasi lebih baik terhadap kondisi tanpa cairan, sehingga puasa menjadi lebih nyaman, lebih stabil, dan lebih sehat secara fisiologis.
Selain mengatur jumlah garam, pemilihan jenis garam juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa. Garam yang diproses berlebihan cenderung meninggalkan dominasi natrium tanpa keseimbangan mineral lain, sehingga lebih mudah memicu rasa haus.
Garam alami yang diproduksi tanpa pemurnian kimia agresif memiliki karakter rasa yang lebih ringan dan mineral yang lebih seimbang. Hal ini membantu tubuh menerima natrium secara lebih terkendali, sehingga penggunaan garam bisa tetap memberikan rasa gurih tanpa membebani mekanisme keseimbangan cairan.
Garam alami Pura diproses tanpa bahan tambahan, tanpa pemutih, dan tanpa zat kimia sintetis. Kandungan mineral alaminya membuat rasa masakan lebih seimbang, sekaligus membantu menjaga hidrasi tubuh tetap stabil saat sahur dan berbuka.
Dengan memilih garam alami dan menggunakannya secara bijak, puasa dapat terasa lebih nyaman, tidak cepat haus, dan lebih mendukung keseimbangan fisiologis tubuh sepanjang hari.
WhatsApp: +62 817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia