Cara menggunakan kaldu pada bahan yang sudah gurih adalah dengan mengurangi takarannya, menambahkannya secara bertahap, dan mencicipi rasa setelah bahan utama mengeluarkan rasa alaminya agar masakan tidak terlalu asin atau terlalu pekat.
Masakan yang menggunakan daging, ayam, jamur, keju, kecap, saus, atau makanan olahan biasanya sudah memiliki rasa dasar yang cukup kuat. Jika kaldu ditambahkan terlalu banyak sejak awal, rasa akhir masakan bisa menjadi berat, terlalu gurih, bahkan terasa asin setelah cairan menyusut.
Artikel ini akan membahas cara menyesuaikan penggunaan kaldu berdasarkan bahan utama, waktu terbaik menambahkan kaldu, cara memasak bahan gurih seperti daging dan jamur, hingga cara mengoreksi masakan jika rasa kaldu sudah terlalu kuat.
Rasa gurih tidak hanya berasal dari kaldu. Daging, ayam, jamur, keju, kecap, dan saus dapat memberikan rasa yang cukup kuat sehingga kebutuhan kaldu menjadi lebih sedikit dibanding masakan yang memakai bahan netral.
Daging dan ayam akan mengeluarkan sari alami selama proses memasak, terutama saat direbus, ditumis, atau dimasak perlahan. Sari ini akan menyatu dengan cairan, minyak, atau saus di dalam masakan.
Karena itu, kaldu sebaiknya tidak langsung digunakan dalam jumlah banyak sejak awal. Tunggu sampai daging atau ayam mulai matang, lalu cicipi kuah atau sausnya sebelum menambahkan kaldu lagi.
Jamur segar maupun jamur kering memiliki karakter rasa gurih yang cukup kuat. Saat dipanaskan, jamur akan mengeluarkan cairan dan aroma khas yang dapat memperkaya rasa masakan secara alami.
Jika masakan sudah menggunakan banyak jamur, kaldu tidak perlu digunakan sebanyak pada bahan yang rasanya netral. Gunakan sedikit terlebih dahulu, lalu koreksi rasa setelah jamur layu dan menyatu dengan bumbu.
Kecap asin, kecap manis, saus tiram, saus ikan, sambal botolan, dan saus siap pakai biasanya sudah memiliki kombinasi rasa asin, gurih, manis, atau pedas. Bumbu cair seperti ini dapat membuat rasa masakan lebih kuat tanpa banyak tambahan kaldu.
Saat memasak dengan kecap atau saus, masukkan bumbu cair lebih dulu, aduk hingga merata, lalu cicipi sebelum menambahkan kaldu. Cara ini membantu mencegah rasa masakan menjadi terlalu asin atau terlalu berat.
Keju umumnya sudah memiliki bumbu bawaan. Saat dipanaskan, rasa tersebut bisa keluar dan bercampur dengan kuah, minyak, atau saus masakan.
Tambahan kaldu pada bahan seperti ini perlu dibatasi. Jika tetap ingin menggunakan kaldu, gunakan dalam takaran ringan dan jadikan garam sebagai koreksi terakhir.
Setiap bahan memiliki tingkat rasa gurih yang berbeda. Kaldu sebaiknya digunakan untuk melengkapi rasa, bukan menutupi karakter alami bahan utama atau membuat masakan terasa semakin asin.
|
Bahan Utama |
Sumber Rasa Gurih yang Sudah Ada |
Penyesuaian Penggunaan Kaldu |
|
Daging sapi |
Sari daging dan lemak |
Gunakan kaldu ringan, lalu koreksi setelah daging mulai matang |
|
Ayam |
Sari ayam dan bumbu marinasi |
Sesuaikan dengan bumbu lain yang sudah digunakan |
|
Jamur |
Rasa gurih alami dari jamur |
Gunakan sedikit kaldu atau pilih kaldu jamur dengan takaran ringan |
|
Keju |
Rasa asin dan gurih yang cukup kuat |
Tambahkan kaldu sebelum keju, lalu koreksi kembali setelah keju masuk |
|
Kecap |
Rasa manis, asin, dan gurih |
Kurangi kaldu serta hindari menambahkan garam terlalu awal |
|
Saus tiram atau saus ikan |
Rasa asin dan gurih yang pekat |
Gunakan kaldu dalam jumlah sangat ringan |
|
Daging asap |
Rasa asin, gurih, dan aroma asap |
Gunakan kaldu ringan atau tidak perlu menambahkannya jika rasa sudah cukup |
Sebagai panduan sederhana, jika bahan utama sudah memiliki rasa gurih kuat, mulai dengan ¼ takaran kaldu dari biasanya. Jika setelah dicicipi rasanya masih kurang bulat, baru tambahkan sedikit demi sedikit.
Fungsi kaldu dalam masakan adalah membantu membangun rasa dasar yang lebih seimbang. Kaldu tidak seharusnya digunakan hanya untuk membuat masakan semakin asin, terutama jika bahan lain sudah menyumbang rasa gurih.
WHO merekomendasikan konsumsi natrium orang dewasa kurang dari 2.000 mg per hari atau setara kurang dari 5 gram garam per hari. Karena itu, saat masakan sudah memakai kecap asin, saus tiram, saus ikan, keju, atau bahan olahan, kaldu sebaiknya digunakan lebih ringan dan garam ditambahkan paling akhir hanya jika masih diperlukan.
Masakan yang terasa kurang menarik belum tentu membutuhkan garam atau kaldu tambahan. Bisa jadi masakan membutuhkan aroma bawang yang lebih kuat, sedikit rasa asam, rasa pedas, atau tekstur yang lebih beragam.
Contohnya, tumisan jamur yang terasa berat mungkin bukan kurang kaldu, tetapi kurang aroma segar dari daun bawang atau lada. Sup ayam yang terasa datar juga bisa diperbaiki dengan jahe, seledri, atau bawang goreng tanpa harus menambah banyak garam.
Cicipi kuah, saus, atau bumbu setelah daging, ayam, jamur, keju, maupun bahan olahan mulai mengeluarkan rasa. Tahap ini penting karena rasa awal masakan sering berubah setelah bahan utama matang.
Jika rasa alami bahan sudah cukup kuat, kaldu cukup digunakan sedikit saja. Jika masakan masih terasa kosong, tambahkan kaldu secara bertahap agar rasa gurihnya lebih menyatu.
Kaldu lebih mudah ditambahkan daripada dikurangi. Karena itu, mulai dari takaran kecil adalah cara paling aman, terutama untuk masakan yang sudah memakai kecap, saus, atau keju.
Sebagai simulasi, jika biasanya menggunakan 1 sendok teh kaldu untuk satu wajan tumisan, mulai dari ¼ hingga ½ sendok teh saat tumisan tersebut sudah memakai saus tiram atau kecap asin. Setelah matang, baru koreksi jika masih diperlukan.
Penggunaan kaldu dalam jumlah kecil tetap bisa memberikan rasa gurih yang terasa jelas, terutama jika bahan masakan sudah memiliki rasa alami. Hal ini juga dibahas lebih lanjut dalam artikel kenapa rasa kaldu alami cukup dipakai sedikit tapi rasanya tetap nendang

Waktu penambahan kaldu memengaruhi kemampuan untuk memperkirakan rasa akhir masakan. Menambahkan terlalu banyak kaldu sejak awal dapat membuat masakan terasa terlalu kuat setelah sari bahan keluar dan cairan mulai menyusut.
|
Jenis Bahan |
Waktu Evaluasi Rasa |
Cara Menambahkan Kaldu |
|
Daging sapi |
Setelah daging mulai empuk dan kuah terbentuk |
Tambahkan kaldu sedikit demi sedikit |
|
Ayam |
Setelah ayam berubah warna dan mengeluarkan sari |
Koreksi rasa sebelum menambahkan garam |
|
Jamur |
Setelah jamur layu dan cairannya keluar |
Tambahkan kaldu hanya jika rasa masih kurang |
|
Keju |
Sebelum dan sesudah keju dimasukkan |
Gunakan kaldu ringan karena keju akan memperkuat rasa |
|
Masakan berkecap |
Setelah kecap tercampur dengan bahan dan cairan |
Tambahkan kaldu jika rasa gurih masih kurang |
|
Masakan bersaus |
Setelah saus menyatu dan mulai menyusut |
Gunakan kaldu dengan hati-hati agar rasa tidak terlalu pekat |
Rasa masakan dapat berubah setelah bahan mengeluarkan sari alami dan cairan menyusut. Kuah yang terasa ringan di awal bisa menjadi lebih kuat setelah direbus beberapa menit.
Karena itu, jangan langsung menambahkan banyak kaldu hanya karena rasa awal belum terasa gurih. Tunggu sampai bahan mulai matang dan volume cairan terlihat lebih jelas.
Koreksi rasa paling akurat dilakukan menjelang matang karena volume, tekstur, dan kekuatan rasa akhir sudah lebih mudah dinilai. Pada tahap ini, Anda bisa menentukan apakah masakan masih membutuhkan kaldu, garam, air, atau bahan aromatik.
Daging dan ayam memiliki rasa alami yang semakin kuat selama proses memasak. Penggunaan kaldu perlu mempertimbangkan jenis potongan, jumlah cairan, bumbu marinasi, serta lama waktu memasak.
Sup daging, semur, rawon, atau rebusan ayam yang dimasak lama akan mengalami penyusutan cairan. Saat cairan berkurang, rasa kaldu, garam, dan bumbu lain menjadi lebih terkonsentrasi.
Gunakan kaldu dalam takaran ringan di awal. Setelah daging atau ayam empuk dan kuah mulai terbentuk, cicipi kembali sebelum menambah bumbu lain.
Ayam atau daging yang sudah dimarinasi dengan kecap, garam, saus tiram, bawang, atau bumbu instan biasanya sudah membawa rasa. Saat dimasak, rasa marinasi akan masuk ke kuah atau saus.
Jika tetap memakai kaldu, kurangi takarannya agar tidak bertumpuk dengan rasa marinasi. Cara ini juga membantu mengurangi penggunaan garam saat memakai kaldu.
Pilih varian kaldu yang sesuai dengan karakter bahan utama. PURA Ayam Kampung dapat digunakan untuk menu ayam, sup bening, tumisan sayur dengan ayam, atau nasi goreng ayam.
Untuk hidangan daging dengan karakter rasa lebih kuat, PURA Kaldu Sapi bisa menjadi pilihan. Gunakan secukupnya agar rasa daging tetap menonjol dan tidak tertutup oleh bumbu tambahan.
Kaldu dan garam sebaiknya tidak langsung ditambahkan bersamaan. Tambahkan kaldu terlebih dahulu, aduk hingga merata, lalu cicipi sebelum memutuskan apakah garam masih diperlukan.
Langkah ini penting karena kaldu sudah membantu memberikan rasa gurih. Jika garam ditambahkan terlalu awal, masakan berisiko menjadi terlalu asin setelah cairan menyusut.
Jamur dapat memberikan rasa gurih dan aroma yang cukup kuat. Kaldu sebaiknya digunakan untuk memperkuat karakter jamur, bukan membuat masakan terasa terlalu pekat atau berat.
Jamur akan mengeluarkan air saat terkena panas. Cairan ini membawa rasa alami jamur dan akan bercampur dengan bawang, minyak, saus, atau bumbu lain di dalam wajan.
Tunggu sampai jamur mulai layu sebelum menambahkan kaldu. Dengan begitu, takaran kaldu bisa disesuaikan berdasarkan rasa asli yang sudah keluar dari jamur.
PURA Kaldu Jamur dapat membantu memperkuat karakter rasa pada sup, pasta, nasi goreng, dan tumisan jamur. Namun, karena bahan utamanya sudah gurih, gunakan dalam takaran ringan terlebih dahulu.
Mulai dari sedikit, aduk hingga merata, lalu cicipi. Jika rasa jamur masih kurang terasa, tambahkan sedikit lagi menjelang masakan matang.
Jamur sering dimasak bersama kecap, saus tiram, atau saus siap pakai. Kombinasi ini bisa membuat rasa gurih dan asin menjadi lebih kuat dibanding perkiraan awal.
Jika sudah memakai kecap atau saus tiram, gunakan kaldu lebih sedikit. Cicipi setelah saus tercampur agar cara menggunakan kaldu agar tidak terlalu asin bisa diterapkan dengan lebih tepat.
Keju membawa rasa asin, gurih, dan creamy. Kaldu perlu digunakan dengan hati-hati, terutama pada sup creamy, pasta, saus keju, atau masakan panggang yang memakai keju dalam jumlah cukup banyak.
Pada sup creamy, pasta, atau saus keju, gunakan kaldu ringan sebagai dasar. Rasa akan semakin kuat setelah keju meleleh dan bercampur dengan cairan masakan.
Jika cairan dasar sudah terlalu gurih sejak awal, rasa akhir bisa menjadi berat setelah keju masuk. Karena itu, buat rasa dasar yang lembut terlebih dahulu.
Rasa keju dapat berubah setelah terkena panas dan menyatu dengan bahan lain. Keju yang awalnya terasa ringan bisa menjadi lebih asin ketika meleleh dalam saus. Lakukan koreksi rasa setelah keju benar-benar tercampur. Jika masih kurang gurih, tambahkan kaldu sedikit saja, bukan langsung menambah garam.
Garam sebaiknya menjadi koreksi terakhir pada masakan yang menggunakan keju. Keju sudah memberikan rasa asin, sehingga tambahan garam di awal dapat membuat hasil akhir terlalu kuat.
Gunakan kaldu sebagai pembangun rasa dasar, lalu biarkan keju memperkaya rasa. Setelah itu, baru tentukan apakah garam masih dibutuhkan.
Kecap serta saus dapat menjadi sumber rasa yang dominan. Kaldu tetap bisa digunakan, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan jenis saus, banyaknya saus, dan volume bahan yang dimasak.
|
Bumbu Cair |
Karakter Rasa |
Penyesuaian Kaldu |
|
Kecap manis |
Manis, gurih, dan sedikit asin |
Gunakan kaldu ringan agar rasa tidak terlalu berat |
|
Kecap asin |
Asin dan gurih |
Kurangi kaldu serta hindari garam tambahan |
|
Saus tiram |
Gurih dan cukup asin |
Tambahkan kaldu hanya jika volume bahan cukup banyak |
|
Saus ikan |
Asin dan aromatik |
Gunakan kaldu dalam jumlah sangat sedikit |
|
Saus tomat |
Asam, manis, dan gurih |
Sesuaikan kaldu setelah saus tercampur |
|
Sambal atau saus cabai |
Pedas, manis, dan asin |
Cicipi terlebih dahulu sebelum menambah kaldu |
|
Saus siap pakai |
Komposisi rasa sudah lengkap |
Periksa label dan gunakan kaldu hanya jika diperlukan |
Takaran kaldu baru dapat dinilai secara tepat setelah seluruh saus utama tercampur. Jika kaldu ditambahkan sebelum kecap atau saus masuk, rasa akhir bisa berubah lebih kuat dari yang diharapkan.
Masukkan kecap atau saus terlebih dahulu, aduk hingga rata, lalu cicipi. Tambahkan kaldu hanya jika rasa gurihnya masih kurang.
Tumisan atau lauk bersaus akan menjadi lebih pekat setelah cairannya berkurang. Saat saus menyusut, rasa asin, manis, dan gurih menjadi lebih terkonsentrasi.
Untuk masakan seperti semur, ayam kecap, tumis jamur saus tiram, atau lauk berbumbu pekat, gunakan kaldu lebih ringan di awal. Koreksi rasa dilakukan setelah saus mulai mengental.
Jika masakan minim cairan, kaldu bisa terkumpul pada satu bagian dan membuat rasa tidak merata. Larutkan sedikit kaldu dengan air agar lebih mudah menyebar.
Cara ini berguna untuk nasi goreng, tumisan kering, atau lauk bersaus sedikit. Gunakan air secukupnya saja agar tekstur masakan tidak berubah terlalu basah.

Masakan dapat terasa lebih lengkap tanpa selalu menambahkan kaldu. Bahan aromatik dapat memperkaya aroma, memberi kedalaman rasa, dan membantu masakan terasa lebih hidup tanpa membuatnya semakin asin.
Beberapa bahan aromatik yang bisa digunakan:
Proses menumis membantu mengeluarkan aroma bahan seperti bawang putih, bawang merah, jahe, dan lada. Aroma ini dapat membuat masakan terasa lebih kaya tanpa harus menambah terlalu banyak kaldu.
Jika bahan aromatik belum ditumis dengan baik, masakan bisa terasa datar meskipun sudah cukup asin. Karena itu, bangun aroma sejak awal sebelum melakukan koreksi dengan kaldu.
Daun bawang, seledri, jeruk nipis, bawang goreng, atau taburan lada dapat membantu menghidupkan rasa setelah masakan matang. Bahan segar seperti ini memberi aroma akhir yang membuat masakan terasa lebih seimbang.
Jika rasa masakan terasa berat, sedikit unsur segar atau asam bisa membantu. Jadi, tidak semua masalah rasa harus diselesaikan dengan tambahan kaldu atau garam.
Kaldu perlu ditambahkan jika rasa masakan masih terasa kurang bulat setelah bahan utama, saus, dan bumbu lain menyatu. Jika masalahnya hanya kurang aroma atau terlalu berat, solusi terbaik belum tentu menambah kaldu.
|
Kondisi Masakan |
Apakah Perlu Kaldu? |
Tindakan yang Disarankan |
|
Sudah menggunakan beberapa saus |
Belum tentu |
Cicipi setelah seluruh saus tercampur |
|
Menggunakan daging yang direbus lama |
Gunakan ringan |
Tunggu sari daging keluar |
|
Menggunakan banyak jamur |
Gunakan ringan |
Koreksi setelah jamur matang |
|
Menggunakan keju |
Sangat ringan |
Tambahkan sebelum keju lalu evaluasi kembali |
|
Bahan utama rasanya netral |
Dapat menggunakan kaldu |
Tambahkan secara bertahap |
|
Cairan masakan masih akan menyusut |
Gunakan lebih sedikit |
Koreksi menjelang matang |
|
Masakan terasa kurang harum, bukan kurang gurih |
Tidak harus |
Tambahkan rempah atau bahan aromatik |
Rumus praktisnya sederhana:
Takaran kaldu akhir = rasa bahan utama + rasa saus + volume cairan + lama memasak.
Jika tiga dari empat faktor tersebut sudah kuat, takaran kaldu perlu dikurangi.
Jika masakan terlalu gurih karena kaldu dan bahan lain, koreksi rasa perlu dilakukan dengan mengurangi konsentrasi bumbu. Jangan langsung menutupinya dengan gula atau saus tambahan karena rasa bisa menjadi semakin berat.
|
Jenis Masakan |
Cara Mengoreksi |
|
Sup atau masakan berkuah |
Tambahkan air dan bahan tanpa bumbu |
|
Tumisan |
Tambahkan sayuran, tahu, atau bahan utama |
|
Pasta creamy |
Tambahkan pasta, susu, atau bahan tanpa garam sesuai resep |
|
Nasi goreng |
Tambahkan nasi putih, telur, atau sayuran |
|
Lauk bersaus |
Tambahkan air dan bahan utama, lalu masak sebentar |
|
Masakan dengan keju |
Tambahkan bahan dasar tanpa keju atau saus tambahan |
Gula tidak mengurangi kandungan garam atau kaldu dalam masakan. Gula hanya menutupi sebagian rasa asin, tetapi dapat membuat masakan terasa manis, berat, dan tetap terlalu gurih.
Jika masakan terlalu asin atau terlalu pekat, solusi utamanya adalah menambah volume bahan netral atau cairan. Setelah itu, baru koreksi kembali rasa akhirnya.
Air, kentang, tahu, nasi, pasta, atau sayuran dapat membantu membagi konsentrasi rasa. Pilih bahan netral sesuai jenis masakan agar tekstur dan karakter hidangan tetap masuk akal.
Untuk nasi goreng, tambahkan nasi putih atau telur. Untuk sup, tambahkan air dan sayuran. Untuk pasta creamy, tambahkan pasta atau cairan dasar tanpa garam.
Setelah bahan tambahan dimasukkan, masak sebentar agar rasa menyatu. Jangan langsung menambahkan bumbu lain sebelum bahan baru benar-benar bercampur.
Cicipi kembali setelah volume masakan berubah. Jika sudah lebih seimbang, tidak perlu menambahkan kaldu lagi.
Kesalahan kecil dalam penggunaan kaldu bisa membuat masakan terasa terlalu asin, terlalu pekat, atau kehilangan karakter bahan utamanya. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat menggunakan kaldu pada bahan yang sudah memiliki rasa gurih, seperti daging, jamur, keju, kecap, dan saus.
Bisa, tetapi gunakan secara bertahap. Tunggu daging mengeluarkan sari alaminya sebelum menentukan jumlah kaldu yang dibutuhkan agar rasa daging tetap terasa dan masakan tidak terlalu gurih.
Boleh, tetapi dalam takaran ringan. Jamur sudah memiliki rasa gurih alami yang akan semakin terasa setelah dimasak, sehingga kaldu jamur cukup digunakan untuk memperkuat rasa, bukan mendominasi masakan.
Belum tentu. Saus tiram sudah memiliki rasa gurih dan asin sehingga masakan perlu dicicipi terlebih dahulu sebelum kaldu ditambahkan. Jika rasa sudah cukup kuat, kaldu bisa dikurangi.
Gunakan kaldu ringan pada cairan dasar sebelum keju dimasukkan. Setelah keju meleleh dan menyatu dengan masakan, cicipi kembali sebelum menambah bumbu lain.
Masakan bisa menjadi terlalu asin setelah matang karena cairan menyusut atau bahan seperti keju, kecap, saus mengeluarkan rasa selama dimasak. Rasa yang awalnya ringan dapat menjadi lebih pekat di akhir.
Tidak selalu. Garam sebaiknya ditambahkan terakhir setelah rasa dari kaldu dan bahan lainnya sudah menyatu. Jika rasa gurih dan asinnya sudah cukup, garam tidak perlu ditambahkan lagi.
Tambahkan cairan serta bahan netral seperti sayuran, tahu, kentang, nasi, atau pasta sesuai jenis masakan. Hindari langsung menambahkan gula karena gula tidak benar-benar mengurangi rasa asin atau konsentrasi kaldu.
Kaldu dapat digunakan pada bahan yang sudah memiliki rasa gurih selama takarannya disesuaikan. Jika masakan memakai daging, ayam, jamur, kecap, saus, atau keju tunggu bahan tersebut mengeluarkan rasa terlebih dahulu sebelum menambahkan kaldu.
Jika bahan utama sudah kuat, gunakan kaldu ringan. Jika masakan memakai banyak saus atau keju, jadikan garam sebagai koreksi terakhir. Jika rasa masakan kurang harum, tambahkan bahan aromatik terlebih dahulu. Dengan cara ini, rasa gurih tetap seimbang dan karakter bahan utama tidak tertutup.
Agar rasa masakan tetap gurih tanpa terasa terlalu asin atau berat, gunakan PURA Kaldu sesuai bahan utama dan kebutuhan masakan. PURA menyediakan berbagai varian kaldu seperti PURA Ayam Kampung, PURA Kaldu Sapi, PURA Kaldu Salmon, dan PURA Kaldu Jamur yang bisa dipilih untuk menu harian seperti sup, tumisan, nasi goreng, semur, hingga masakan anak.
Mulai dari takaran kecil, sesuaikan dengan bahan yang sudah digunakan, lalu koreksi rasa menjelang matang agar hasil masakan tetap seimbang.
WhatsApp: +62817-5788-899
Email: contact@puraindonesia.com
Instagram: @puraindonesia